5 Hal Yang Dapat Dilakukan Advokat Di Tengah PPKM

5 Hal Yang Dapat Dilakukan Advokat Di Tengah PPKM

Dalam masa pandemi ini pemerintah memberlakukan pelaksanan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level yang berlaku pada daerah masing-masing. Dijelaskan jika yang dapat beroperasi dengan sistem kerja work from office adalah usaha atau bidang usaha di sektor esensial dan sektor kritikal.

Namun dalam penentuan sektor esensial ini, ternyata jasa hukum khususnya advokat tidak dimasukkan dalam sektor esensial. Padahal  justice seeker baik masyarakat umum atau kelompok bisnis di masa pandemi ini tidak berhenti untuk mencari keadilan. Oleh karenanya organisasi-organisasi advokat besar di Indonesia berinisiatif untuk mengirim surat kepada Pemerintah agar advokat dimasukkan ke dalam sektor esensial. Sayangnya meski PPKM diperpanjang, advokat masih belum jadi sektor esensial.

David Tobing, dalam sebuah diskusi mengatakan, bahwa dirinya setuju agar profesi advokat dimasukkan ke dalam sektor esensial karena advokat bukan semata-mata profesi untuk mencari uang tetapi dilihat dalam hal memberikan layanan hukum kepada pencari keadilan baik yang membayar ataupun yang tidak membayar oleh karena itu seharusnya advokat juga diberikan prioritas. Terlebih lagi pada masa pandemi ini proses beracara di Pengadilan tetap berjalan, namun apabila salah satu catur wangsa atau penegak hukum tidak diberikan privilege untuk menjalankan profesinya maka semua proses beracara akan terganggu.

Menurut David Tobing dengan adanya penerapan PPKM ini sangat memberi dampak yang besar bagi seorang advokat untuk beracara di Pengadilan, David Tobing memberi contoh dimana seorang Advokat tidak bisa pergi ke luar kota untuk melaksanakan sidang di Pengadilan yang berakibat menghambat proses hukum dan proses pemberian jasa hukum bagi pencari keadilan.

Ia sendiri berharap agar organisasi – organisasi advokat bersatu untuk dapat menemui pemerintah dan meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali memasukkan advokat kedalam sektor esensial.

Namun meski di tengah berbagai pembatasan, menurut David Tobing ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang advokat untuk tetap mampu menjalankan perannya tugas profesinya dalam melayani para pencari keadilan, terutama di masa pembatasn mobilitas seperti saat ini yaitu:

  1. Menggunakan teknologi informasi

Advokat dapat melakukan rapat dan penyusunan draf menggunakan teknologi. Selain itu dalam hal melihat status perkara, advokat dapat melihat secara online melalui website pengadilan.

  1. Hadir lebih awal pada saat persidangan

Apabila advokat sidang secara offline di dalam maupun luar kota, maka usahakan untuk berangkat lebih cepat untuk menghindari keterlambatan di Pengadilan karena adanya penyekatan.

  1. Memanfaatkan kreativitas

Salah satu contoh kreativitas yang dapat dilakukan yaitu melakukan kerja sama dengan media online atau media cetak untuk memberikan konsultasi hukum kepada pencari keadilan. Selain itu Advokat dapat mulai mengenalkan diri melalui tulisan-tulisan pada media sosial atau website.

  1. Mendorong organisasi advokat melakukan kerja sama

Peran organisasi advokat di masa pandemi ini sangat penting bagi anggotanya, oleh karena itu organisasi advokat dapat membuka ruang untuk bekerja sama dengan kementerian untuk melakukan pro bono kepada masyarakat.

  1. Jangan menyerah

Meski ditengah pembatasan dan berbagai tantangan yang muncul, ia berharap agar para advokat tidak menyerah. “Apalagi sampai ganti profesi” tutur David.

Selain itu David Tobing juga menyampaikan kepada advokat-advokat muda untuk terus belajar, bekerja sesuai dengan kondisi saat ini, menjalin kerja sama yang baik dengan partner, dan menjadi advokat muda yang visioner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *