Apa Sih Vandalisme Itu?

Apa Sih Vandalisme Itu?

Vandalisme didefinisikan sebagai kegiatan iseng dan tidak bertanggung jawab dari beberapa orang yang berperilaku cenderung negatif. Kebiasaan ini berupa coret-coret tembok, dinding atau obyek lain agar dapat dibaca secara luas, berupa tulisan nama orang, nama sekolah, nama gank atau tulisan-tulisan lain tanpa makna yang berarti. Vandalisme telah merujuk kepada tabiat seseorang yang membinasakan harta benda orang lain. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi vandalisme ialah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya).

Vandalisme berasal dari kata vandal atau vandalus, yang mengacu pada nama suatu suku pada masa Jerman purba yang menempati wilayah sebelah selatan Baltik antara Vistula dan Oder. Diabad keempat dan kelima Masehi suku Vandal ini mengembangkan wilayahnya sampai menjangkau Spanyol dan Afrika Selatan. Pada 455 Masehi suku vandal memasuki kota Roma dan menghancurkan Karya seni dan sastra Romawi yang ada pada waktu itu. Dari perilaku suku Vandal tersebut, vandal kemudian diberi makna seseorang yang dengan sengaja menghancurkan atau merusak sesuatu yang indah-indah.

Vandalisme berkaitan dengan tindakan penghancuran secara sengaja pada properti tanpa adanya sepengetahuan pihak terkait. Tindak vandalisme berkaitan dengan aksi-aksi deduktif yang tidak memiliki tujuan dan tidak memberikan hasil berupa keuntungan moneter. Aksi vandalisme yang paling lazim berkaitan dengan tindakan penghancuran yang tidak jelas yang dilakukan remaja untuk tujuan sebatas hiburan.

Ada beberapa tipe vandalisme berdasarkan motivasi yang mendorong melakukan tindakan vandalisme yakni sebagai berikut:

  1. Acquisitive Vandalism adalah vandalisme yang dilakukan dengan motivasi untuk mendapatkan uang atau properti. Contoh : penempelan iklan, spanduk, poster, baliho atau bentuk-bentuk pemasaran lainnya yang merusak lingkungan tempatnya berada.
  2. Tactical vandalism adalah vandalisme yang dilakukan dengan motivasi mencapai tujuan tertentu seperti memperkenalkan suatu ideologi. Contoh : adalah yang dilakukan pong harjiatno yang menuliskan kalimat “jujur, adil, tegas” di atap gedung DPR (Dewan Perwakilan rakyat) untuk memberitahukan kepada anggota DPR bahwa kinerja seorang wakil DPR harus berlandaskan kejujuran, keadilan dan ketegasan.
  3. Malicious vandalism adalah vandalisme yang dilakukan karena pelaku vandalisme mendapat kenikmatan dengan memberikan gangguan kepada orang lain, atau merasa terhibur saat menghancurkan properti milik orang lain.
  4. Play vandalism adalah vandalisme yang dilakukan dengan motivasi untuk menunjukkan atau mendemonstrasikan kemampuan yang dia miliki, bukan bertujuan untuk mengganggu orang lain

Adapun perilaku vandalisme dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Aksi mencoret-coret (graffiti), seperti tembok pinggir jalan, tembok sekolah, jembatan, halte bus, bangunan, telepon umum, wc umum, dan sebagainya.
  2. Aksi Memotong (cutting), seperti memotong pohon, memotong tanaman memotong bunga yang di jumpai para remaja. Dari memotong pohon, memotong tanaman para remaja banyak memakai alasan.
  3. Aksi Memetik (plucking), seperti memetik bunga dan memetik buah milik orang lain tanpa meminta ijin dari pemiliknya.
  4. Aksi Mengambil (taking), seperti aksi mengambil barang milik orang lain, mengambil tanaman, dan sebagainya meskipun barang milik orang lain tersebut tidak berguna untuk di miliki remaja tersebut.
  5. Aksi Merusak (destroying), seperti aksi merusak penataan lingkungan yang sudah tersusun rapi dari orang lain, misalnya mencungkil pintu rumah orang lain, memindahkan tanaman milik orang lain, membuang sampah di sembarang tempat seperti membuang sampah di jalan raya dan sungai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *