Begini Aturan Masuk ke Indonesia Setelah Bepergian Dari Luar Negeri

Begini Aturan Masuk ke Indonesia Setelah Bepergian Dari Luar Negeri

Baru-baru ini netizen Indonesia dihebohkan dengan berita bahwa salah satu selebgram yaitu Rachel Vennya mengakui bahwa dirinya tidak menjalani karantina sepulang dari Amerika Serikat sesuai dengan aturan pemerintah. Melalui video klarifikasi yang tayang pada kanal YouTube milik Boy William, Rachel Vennya menyatakan bahwa satu-satunya alasan mengapa Ia kabur saat menjalani karantina di RSDC Pademangan, Jakarta Utara karena dipicu oleh rasa rindu pada anak-anaknya di rumah.

Dalam hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan selebgram Rachel Vennya seharusnya mendapatkan hukuman karena melanggar aturan karantina setelah melakukan perjalanan ke luar negeri saat pandemik covid-19. Budi mengatakan bahwa karantina yang dilakukan di tengah masa pandemik covid-19 ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, namun juga demi kepentingan masyarakat. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menegaskan ada sanksi yang mengintai bagi para pelaku perjalanan internasional yang melanggar kewajiban karantina, yaitu dijatuhkan sanksi sebagaimana diatur pada Pasal 14 UU Wabah Penyakit Menular dan Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan.

Lalu bagaimana aturan masuk ke Indonesia bagi WNI dan WNA yang baru datang dari luar negeri?

Dalam rangka menindaklanjuti perkembangan situasi penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Ketua Satgas Ganip Warsito pada tanggal 13 Oktober yang lalu telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berlaku efektif mulai tanggal 14 Oktober 2021.

Dimana sesuai dengan Surat Edaran tersebut, Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 x 24 jam, namun kewajiban karantina ini dikecualikan kepada WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia melalui skema TCA sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain melakukan karantina, terdapat beberapa ketentuan bagi pelaku perjalanan internasional yang ingin masuk ke Indonesia, yaitu:

  1. Wajib memiliki kartu atau sertifikat vaksinasi covid-19 dosis lengkap;
  2. Menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan;
  3. Wajib melampirkan Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku;
  4. Menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 000 yang mencakup pembiayaan penanganan COVID-19;
  5. Menunjukkan bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia;
  6. Mengisi e-HAC perjalanan internasional melalui aplikasi PeduliLindungi atau secara manual di negara asal;
  7. Melakukan tes molekuler isotermal (NAAT/ jenis lainnya) atau RT-PCR di bandara kedatangan yang hasilnya diterbitkan paling lama 1 jam;
  8. Pelaku perjalanan menggunakan penerbangan langsung (direct flight) dari negara asalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *