Cara Melakukan Pembubaran Perseroan Terbatas

Cara Melakukan Pembubaran Perseroan Terbatas

Untuk melakukan pembubaran PT, harus diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu. RUPS untuk menyetujui pembubaran Perseroan dapat dilangsungkan jika dalam rapat paling sedikit 3/4 (tiga perempat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara hadir atau diwakili dalam RUPS dan keputusan adalah sah jika disetujui paling sedikit 3/4 (tiga perempat) bagian dari jumlah suara yang dikeluarkan, kecuali anggaran dasar menentukan kuorum kehadiran dan/atau ketentuan tentang persyaratan pengambilan keputusan RUPS yang lebih besar.

Setiap penyelenggaraan RUPS, risalah RUPS wajib dibuat dan ditandatangani oleh ketua rapat dan paling sedikit 1 (satu) orang pemegang saham yang ditunjuk dari dan oleh peserta RUPS. Namun apabila risalah RUPS dibuat dengan akta notaris maka tanda tangan sebagaimana dimaksud tidak disyaratkan.

Sesuai dengan UU PT, pembubaran perseroan dapat terjadi:

  1. berdasarkan keputusan RUPS;
  2. karena jangka waktu berdirinya yang ditetapkan dalam anggaran dasar telah berakhir;
  3. berdasarkan penetapan pengadilan;
  4. dengan dicabutnya kepailitan berdasarkan putusan pengadilan niaga yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, harta pailit Perseroan tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan;
  5. karena harta pailit Perseroan yang telah dinyatakan pailit berada dalam keadaan insolvensi sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang; atau
  6. karena dicabutnya izin usaha Perseroan sehingga mewajibkan Perseroan melakukan likuidasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pembubaran Perseroan, likuidator wajib memberitahukan:

  1. kepada semua kreditor mengenai pembubaran Perseroan dengan cara mengumumkan pembubaran Perseroan dalam surat kabar dan Berita Negara Republik Indonesia; dan
  2. pembubaran Perseroan kepada Menteri untuk dicatat dalam daftar Perseroan bahwa Perseroan dalam likuidasi

Adapun tata cara untuk melakukan pembubaran PT melalui website AHU, yaitu:

  1. Login terlebih dahulu sebagai Notaris
  2. Memilih dasar pembubaran diantaranya, yaitu:
  • Pembubaran berdasarkan RUPS
  • Pembubaran berdasarkan jangka waktu
  • Pembubaran berdasarkan dicabutnya kepailitan
  • Pembubaran berdasarkan harta pailit perseroan
  • Pembubaran berdasarkan dicabutnya izin usaha perseroan
  • Penetapan pengadilan

Ceklis dasar pembubaran lalu klik tombol lanjutkan.

  1. Melakukan pemesanan nomor voucher pembubaran perseroan

Setelah memesan nomor voucher pembubaran perseroan, anda dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi YAP!, lalu klik tombol lanjutkan transaksi

  1. Mengisi form pembubaran
  • Adapun form yang harus anda isi adalah:
  1. Nomor voucher pemesanan
  2. Nama perseroan
  3. Nomor SK terakhir
  4. Notaris terakhir
  • Setelah itu klik tombol cari, ceklis semua persyaratan utama (RUPS, Akta notaris dalam bahasa Indonesia, tanggal RUPS, keterangan mengenai alamat lengkap dari pengelola gedung atau keterangan domisili dari kelurahan/desa atau nama lain setempat, NPWP)
  • ceklis disclaimer lalu klik tombol lanjutkan dan klik tombol yakin untuk menampilkan halaman permohonan pembubaran ringkasan perseroan.
  • Lalu isikan data permohonan pembubaran, ceklis susunan pemegang saham, komsaris dan direksi, ceklis disclaimer, klik tombol lanjutkan dan klik tombol saya yakin.
  1. Daftar transaksi dan upload akta
  • Klik link Tagihan PNRI untuk download Surat Perintah Bayar terhadap pembubaran perseroan
  • klik link pratinjau & cetak SK/SP untuk menampilkan halaman pratinjau data perseroan
  • klik tombol Upload Akta
  1. konfirmasi permohonan dan cetak SP
  • untuk mengakhiri transaksi pembubaran perseroan klik tombol “saya yakin pratinjau sudah benar dan cetak SK/SP”
  • klik tombol saya mengerti, setelah itu akan muncul halaman daftar transaksi perseroan dengan data perseroan yang telah dilakukan pembubaran.

Mau ikut jadi Advokat? Segera ikut Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan XIII yang dimulai pada November 2022.

Segera daftarkan diri melalui PKPA Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published.