Cara Menentukan KBLI

Cara Menentukan KBLI

Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko sukses diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Senin 9 Agustus 2021. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah perizinan berusaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha, tingkat risiko tersebut akan menentukan jenis perizinan berusaha. Pemerintah telah memetakan tingkat risiko sesuai dengan bidang usaha atau KBLI.  Sesuai dengan Peraturan BKPM No. 5 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Tingkat risiko sebagaimana dimaksud terdiri atas:

  1. rendah;
  2. menengah rendah;
  3. menengah tinggi; dan
  4. tinggi, yang dikaitkan dengan KBLI atas kegiatan atau bidang usaha yang akan dilakukan oleh Pelaku Usaha.

Untuk usaha dengan tingkat Risiko Rendah (R) dan Menengah Rendah (MR), proses perizinan berusaha cukup diselesaikan melalui sistem Online Single Submission (OSS) tanpa membutuhkan verifikasi atau persetujuan dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, sedangkan usaha dengan tingkat Risiko Menengah Tinggi (MT) dan Risiko Tinggi (T) membutuhkan verifikasi atau persetujuan dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan Risiko Rendah diberi kemudahan berupa perizinan tunggal. Artinya NIB berlaku sebagai legalitas, Standar Nasional Indonesia (SNI), dan Sertifikasi Jaminan Produk Halal (SJPH).

Menurut Peraturan BPS No. 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia adalah mengklasifikasikan aktivitas/kegiatan ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk/output, baik berupa barang maupun jasa, berdasarkan lapangan usaha yang digunakan sebagai acuan standar dan alat koordinasi, integrasi, serta sinkronisasi penyelenggaraan statistik. Struktur pengkodean KBLI mengadaptasi dari struktur pengkodean pada ISIC, yaitu sebagai berikut:

  1. Kategori, menunjukkan garis pokok penggolongan aktivitas ekonomi. Penggolongan ini diberi kode satu digit kode alfabet. Dalam KBLI 2020, seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia digolongkan menjadi 21 kategori, dari A sampai dengan U.
  2. Golongan Pokok, merupakan uraian lebih lanjut dari kategori. Setiap kategori diuraikan menjadi satu atau beberapa golongan pokok menurut sifat masing-masing golongan pokok. Setiap golongan pokok diberi kode dua digit angka.
  3. Golongan, merupakan uraian lebih lanjut dari golongan pokok. Kode golongan terdiri dari tiga digit angka, yaitu dua digit angka pertama menunjukkan golongan pokok yang berkaitan, dan satu digit angka terakhir menunjukkan aktivitas ekonomi dari setiap golongan yang bersangkutan. Setiap golongan pokok dapat diuraikan menjadi sebanyak-banyaknya sembilan golongan.
  4. Subgolongan, merupakan uraian lebih lanjut dari aktivitas ekonomi yang tercakup dalam suatu golongan. Kode subgolongan terdiri dari empat digit, yaitu kode tiga digit angka pertama menunjukkan golongan 5 yang berkaitan, dan satu digit angka terakhir menunjukkan aktivitas ekonomi dari subgolongan bersangkutan. Setiap golongan dapat diuraikan lebih lanjut menjadi sebanyak-banyaknya sembilan subgolongan.
  5. Kelompok, dimaksudkan untuk memilah lebih lanjut kegiatan yang dicakup dalam suatu subgolongan menjadi beberapa kegiatan yang lebih homogen menurut kriteria tertentu. Setiap subgolongan dapat diuraikan lebih lanjut menjadi sebanyak-banyaknya sembilan kelompok.

Jumlah Kategori, Golongan Pokok, Golongan, Subgolongan, dan Kelompok Pada KBLI 2020

Struktur KBLI 2020 Digit Jumlah
Kategori Alfabet 21
Golongan Pokok 2 digit 88
Golongan 3 digit 245
Subgolongan 4 digit 567
Kelompok 5 digit 1789

Dengan total kode KBLI yang mencapai 1789 kode, maka cara mudah untuk menentukan KBLI usaha Anda adalah dengan menentukan kategori usaha Anda terlebih dahulu lalu menentukan golongan pokok, golongan, subgolongan, dan kelompok, Adapun kategori KBLI 2020 dibagi menjadi berikut:

  1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (Kategori A)
  2. Pertambangan dan Penggalian (Kategori B)
  3. Industri Pengolahan (Kategori C)
  4. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin (Kategori D)
  5. Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment dan Pemulihan Material Sampah, dan Aktivitas Remediasi (Kategori E)
  6. Konstruksi (Kategori F)
  7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (Kategori G)
  8. Pengangkutan dan Perdagangan (Kategori H)
  9. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (Kategori I)
  10. Informasi dan Komunikasi (Kategori J)
  11. Aktivitas Keuangan dan Asuransi (Kategori K)
  12. Real Estat (Kategori L)
  13. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis (Kategori M)
  14. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya (Kategori N)
  15. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (Kategori O)
  16. Pendidikan (Kategori P)
  17. Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial (Kategori Q)
  18. Kesenian, Hiburan dan Rekreasi (Kategori R)
  19. Aktivitas Jasa Lainnya (Kategori S)
  20. Aktivitas Rumah Tangga Sebagai Pemberi Kerja, Aktivitas yang Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga yang Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri (Kategori T)
  21. Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya (Kategori U)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *