Ciri Umum dan Khusus Meterai Yang Perlu Diketahui

Ciri Umum dan Khusus Meterai Yang Perlu Diketahui

Baru-baru ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan kecurangan di pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Salah satu oknum pelamar kedapatan menggunakan meterai palsu di dua dokumen persyaratan pendaftaran. Penggunaan meterai palsu ditemukan karena kedua dokumen tersebut mempunyai digit nomor seri yang sama dengan salah satu gambar di google. Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Neilmaldrin Noor mengatakan bahwa tindakan pemalsuan meterai adalah melanggar hukum dan dapat merugikan negara.

Lalu apa yang dimaksud dengan meterai?

Merujuk pada UU RI No. 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai, yang dimaksud dengan Meterai adalah label atau carik dalam bentuk tempel, elektronik, atau bentuk lainnya yang memiliki ciri dan mengandung unsur pengaman yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang digunakan untuk membayar pajak atas Dokumen.

Tindakan penggunaan meterai palsu dapat dikenai sanksi denda dan pidana sebagaimana diatur pada Pasal 25 UU Bea Meterai yaitu setiap orang yang memakai, menjual, menawarkan, menyerahkan, mempunyai persediaan untuk dijual, atau memasukkan ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia:

  1. Meterai yang dipalsu atau dibuat secara melawan hukum seolah-olah asli, tidak dipalsu, dan dibuat secara tidak melawan hukum; atau
  2. barang yang dibubuhi Meterai sebagaimana dimaksud dalam huruf a, seolah-olah barang tersebut asli, tidak dipalsu, dan dibuat secara tidak melawan hukum,

dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Oleh karena itu untuk menghindari penggunaan meterai palsu, masyarakat harus mengetahui ciri umum dan ciri khusus pada meterai tempel. Sesuai dengan Permenkeu No. 4/PMK.03/2021 ciri umum Meterai tempel terdiri atas:

  1. gambar lambang negara Garuda Pancasila;
  2. tulisan “METERAI TEMPEL”;
  3. angka “10000” dan tulisan “SEPULUH RIBU RUPIAH” yang menunjukkan tarif Bea Meterai;
  4. teks mikro modulasi “INDONESIA”;
  5. blok ornamen khas Indonesia; dan
  6. tulisan “TGL. 20  .”

Ciri khusus Meterai tempel terdiri atas:

  1. berbentuk segi empat;
  2. warna dominan merah muda;
  3. perekat pada sisi belakang;
  4. serat berwarna merah dan kuning yang tampak pada kertas;
  5. garis hologram sekuriti berbentuk persegi panjang yang memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila, gambar bintang, logo Kementerian Keuangan, dan tulisan “djp”;
  6. Efek raba pada ciri umum;
  7. efek perubahan warna dari magenta menjadi hijau pada blok ornamen khas Indonesia;
  8. gambar raster berupa logo Kementerian Keuangan dan tulisan “djp”;
  9. gambar ornamen khas Indonesia;
  10. pola motif khusus;
  11. 17 (tujuh belas) digit nomor seri;
  12. sebagian cetakan berpendar kuning di bawah sinar ultraviolet; dan
  13. perforasi berbentuk bintang pada bagian tengah di sebelah kanan, bentuk oval di sisi kanan dan kiri, dan bentuk bulat di setiap sisinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *