Ditangkap Karena Terlalu Menarik!

Ditangkap Karena Terlalu Menarik!

Dalam kazanah kuno Indonesia, Ken Dedes disebut sebagai perempuan utama yang dicitrakan tak banyak berperan ketika Tunggul Ametung dibunuh dan menjalin cinta dengan Ken Arok tanpa ada masalah berarti. Kedudukannya sebagai perempuan utama, alhasil menjadikan setiap pria menjadi pasangannya semacam mendapatkan legitimasi dan simbol sebagai penguasa besar.

Sebagai perempuan utama, Ken Dedes adalah lambang keluwesan, kecantikan, dan tabiat lemah lembut dari seorang perempuan Jawa Kuno yang tersohor di kawasan Tumampel.

Sosok Ken Dedes yang bak mitologi ini dapat ditemukan kemiripannya dalam situasi yang sama sekali berlainan. Di Swedia, pemerah susu bernama Pilt Carin Ersdotter. Pilt lahir pada pada 1814 di Djura, Dalarna. Ia dikenal sebagai pribadi yang rendah hati meski dianggap oleh banyak orang sebagai perempuan paling cantik di Eropa.

Perempuan mungil ini awalnya, sama seperti perempuan – perempuan muda lainnya di masa itu, diminta bertugas sebagai pemandu perahu untuk menyusuri sungai. Namun karena tubuh mungilnya, ia lalu diminta untuk menjual susu di pusat kota Stockholm.

Yang membuat menarik bukanlah soal kecantikan ataupun pekerjaannya sebagai penjual susu. Namun Pilt pernah dituduh menimbulkan gangguan lalu lintas karena terlalu cantik.

Duduk persolannya bermula karena kecantikannya, orang yang berdatangan di pusat kota Stockholm. Orang – orang sekedar berkumpul dan malah cenderung tidak membeli susu yang ia jual. Kebanyakan orang malah tertarik untuk melihat kecantikannya. Kumpulan kerumunan orang tersebut, yang makin lama makin banyak sering membuat jalanan di Stockholm menjadi macet. Penyebabnya, setiap orang berhenti karena ingin melihat kecantikannya.

Kabar jalanan menjadi macet saat Pilt menjual susu di Stockholm-pun sampai ke telinga putra mahkota Swedia. Sang Putra Mahkota sampai menyamar dan menemuinya. Putra Mahkota yang dalam penyamaran tersebut lalu mengajukan pertanyaan yang melecehkan Pilt. Pilt membalas agar Sang Pangeran membeli susu atau segera pergi dari hadapannya.

Saking banyaknya orang yang berkerumun untuk sekedar melihat Pilt dan menimbulkan kemacetan, membuat polisi tak punya pilihan selain menangkapnya. Ia dituduh telah menimbulkan gangguan lalu lintas karena terlalu cantik. Tuduhan itu dimentahkan oleh Pengadilan yang memilih berpendapat lain. Pengadilan berpendapat menjadi menarik bukanlah kejahatan.

Dibebaskan oleh Pengadilan, membuat Pilt leluasa menjual Susu kembali di Stockholm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *