Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Pemerintah Salurkan BLT Kepada Masyarakat

Masyarakat Indonesia beberapa waktu yang lalu dihebohkan dengan kelangkaan minyak goreng yang seolah-olah lenyap dari pasaran. Kelangkaan minyak goreng yang mulai terjadi sejak akhir bulan Februari ini otomatis langsung menjadi topik yang hangat diperbincangkan masyarakat. Mulai dari pejabat pemerintahan, politisi, tokoh masyarakat, hingga rakyat biasa saling memberikan opini terkait dengan peristiwa ini. Kalaupun dapat ditemukan di pasaran, harganya berkali lipat dari harga normal.

Bukannya tanpa usaha, hasil investigasi pihak kepolisian di beberapa daerah membuahkan penangkapan pelaku penimbunan minyak goreng. Salah satunya berada di Kota Serang, Banten. Dilansir dari Kompas.com, Polisi menggerebek rumah yang dijadikan lokasi penimbunan dan menyita 9.600 liter minyak goreng dari berbagai merk dan kemasan. Ribuan liter minyak goreng ini akhirnya dijual lagi oleh pihak Polres Serang bekerjasama dengan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan Kota Serang ke masyarakat dengan harga Rp 14.000.

Sedangkan para pelaku penimbunan sudah ditahan, ditetapkan menjadi tersangka, dan dijerat Pasal 133 dari UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukumannya pun tidak main-main hingga 7 tahun penjara dan denda sebesar 150 miliar rupiah.

Pemerintah dalam menyikapi tingginya harga minyak goreng saat ini akibat dari efek domino kelangkaan yang terjadi beberapa waktu lalu, baru-baru ini mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat. Nantinya pemerintah akan membagikan bantuan sebesar Rp 100.000 selama tiga bulan (April, Mei, Juni) kepada masyarakat yang termasuk ke dalam penerima BLT. Presiden Joko Widodo sendiri telah menegaskan agar Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, TNI, serta Polri berkoordinasi agar penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan lancar.

Dikutip dari situs Sekretraris Kabinet RI pemberian BLT akan disalurkan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk di dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta pedagang kali lima yang berjualan makanan gorengan. Untuk memastikan apakah anda termasuk ke dalam daftar penerima BLT minyak goreng ini dapat dilakukan pengecekan melalui situs cekbansos.kemensos.go.id, melalui aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Play Store maupun App Store, atau datang langsung ke Kantor Dinas Sosial setempat.

Sementara itu Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan kalau pembagian BLT ini akan melalui tiga mekanisme. Bagi pemegang Kartu Sembako, maka penyaluran BLT akan dilakukan melalui PT. Pos Indonesia. Sedangkan untuk PKH, akan disalurkan melalui Bank Himbara. Dan untuk pedagang kaki lima, akan disalurkan secara langsung oleh jajaran TNI dan Polri.

Harapannya dengan adanya pemberian BLT minyak goreng ini dapat meringankan beban masyarakat dalam menyikapi tingginya harga minyak goreng di pasaran saat ini.

Mau bisnis anda naik kelas? Segera resmikan usaha anda dengan PT Perorangan! Mulai dari IDR 500 ribu, anda sudah dapat mendirikan PT Perorangan dan menjalankan usaha anda tanpa kuatir.

Segera  resmikan bisnis anda di BukaUsaha by NgertiHukum.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.