Izin Keramaian: Kewajiban Yang Sering Terlupakan

Baru-baru ini sebuah kabar memilukan datang dari Kota Pelajar, Yogyakarta. Di mana pada hari Minggu, 12 Juni 2022 terjadi kericuhan di sebuah konser musik yang diselenggarakan di Seven Sky Lippo Plaza Yogyakarta. Akibat dari kericuhan tersebut, belasan penonton konser dikabarkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Kericuhan itu sendiri disinyalir diawali dari provokasi antara penonton yang hendak keluar dari venue yang tertahan oleh penonton yang hendak masuk. Selain provokasi antar penonton, jumlah pengunjung konser yang melebihi kapasitas pada malam itu, juga dianggap memiliki andil atas kekacauan pada malam itu.

Setelah aparat kepolisian tiba di TKP dan melakukan pemeriksaan, ternyata pihak penyelenggara konser musik tidak mengantongi izin keramaian dari kepolisian. Padahal izin keramaian kepolisian menjadi salah satu syarat penting untuk dimiliki oleh seorang penyelenggara konser musik yang menghadirkan jumlah massa ratusan bahkan ribuan orang. Sayangnya hal tersebut seringkali diabaikan oleh penyelenggara sebagai suatu kewajiban yang harus ditunaikan demi kelancaran acara.

Namun sebenarnya bagaimana syarat untuk mengajukan sebuah izin keramaian kepada pihak kepolisian? Kita dapat melihatnya di dalam  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perizinan dan Pengawasan Kegiatan Keramaian Umum, Kegiatan Masyarakat Lainnya, dan Pemberitahuan Kegiatan Politik. Adapun ruang lingkup di dalam PP No. 60 Tahun 2017 ini mengatur tentang izin untuk kegiatan keramaian umum yang meliputi : keramaian, tontonan untuk umum, dan arak-arakan di jalan umum.

Lalu berdasarkan ketentuan di dalam Pasal 6 ayat (1) sampai (3) PP No. 60 Tahun 2017 tersebut, penyelenggara acara wajib mengajukan permohonan izin selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum acara dilaksanakan. Atau 21 (dua puluh satu) hari jika acara tersebut berskala nasional, dan 30 (tiga puluh) hari jika acara tersebut berskala internasional. Sedangkan dalam rangka pengajuan permohonan izin tersebut, setidak-tidaknya wajib untuk memuat :

  • tujuan dan sifat kegiatan;
  • tempat dan waktu penyelenggaraan;
  • jumlah peserta atau undangan; dan
  • penanggung jawab kegiatan.

Untuk permohonan izin tersebut, perlu juga untuk melampirkan beberapa berkas antara lain :

  • daftar susunan panitia penyelenggara;
  • persetujuan dari penanggung jawab tempat kegiatan;
  • rekomendasi dari instansi atau organisasi terkait; dan
  • pernyataan tertulis dari penyelenggara yang menyatakan kegiatan yang dilakukan tidak bertentangan dengan norma agama, norma kesusilaan atau kesopanan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dari pengajuan permohonan izin tersebut, pihak kepolisian nantinya akan memeriksa terlebih dahulu pemeriksaan administratif kepada pengajuan yang diajukan oleh pihak pemohon. Dan ketika permohonan disetujui, maka Surat Izin Keramaian dari kepolisian pun dapat kamu dapatkan.

Selain diatur di dalam PP Nomor 60 Tahun 2017, perihal izin keramaian ini juga dapat kamu lihat di dalam Juklap Kapolri No. Pol / 02 / XII / 95 tentang Perizinan dan Pemberitahuan Kegiatan Masyarakat. Dalam Juklap tersebut, kegiatan yang dimaksud adalah:

  • Pentas musik band / dangdut;
  • Wayang Kulit;
  • Ketoprak;
  • dan pertunjukan lain.

Adapun untuk persyaratannya dibagi menjadi dua yaitu :

Izin keramaian yang mendatangkan massa 300 – 500 orang;

  • Surat Keterangan dari kelurahan setempat;
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) yang punya penyelenggara acara sebanyak 1 (satu) lembar;
  • Fotocopy Kartu Keluarga ( KK ) dari penyelenggara acara sebanyak 1 ( satu ) lembar.

Izin keramaian yang mendatangkan massa lebih dari 1000 orang

  • Surat Permohonan Izin Keramaian;
  • Proposal kegiatan;
  • Identitas penyelenggara / Penanggung Jawab;
  • Izin Tempat berlangsungnya kegiatan.

Sedangkan untuk penyelenggaraan acara yang menghadirkan pesta kembang api di dalamnya, izin keramaiannya memiliki perbedaan, karena di dalam permohonannya harus memberitahukan hal berikut ini :

  • Pesta Kembang api tersebut digunakan dalam acara apa;
  • Jumlah dan jenis kembang api;
  • Waktu/durasi penyalaan kembang api;
  • Identitas Penyala kembang api;
  • Identitas Penanggung Jawab kegiatan;
  • Izin Tempat Pelaksanaan pesta kembang api;
  • Rekomendasi dari Polsek setempat.

Serta diperlukan juga Surat Ijin Impor (asal-usul kembang api) yang digunakan untuk kegiatan tersebut.

Jadi, buat kamu yang ingin menyelenggarakan acara dan mengundang banyak orang, jangan sampai abaikan peraturan tentang izin keramaian ini ya! Agar acara yang diselenggarakan tertib dan aman.

Dapatkan kabar terbaru langsung di ponsel anda dengan bergabung di Whatsapp Group atau Subscribe di Telegram Channel

Sederhana dan mudah!

Leave a Reply

Your email address will not be published.