Kenali Ragam Modus Penipuan Terhadap Bea Masuk!

Kenali Ragam Modus Penipuan Terhadap Bea Masuk!

Kemajuan teknologi pada saat ini berdampak terhadap perubahan gaya berbelanja yang dilakukan oleh masyarakat yaitu lahirnya berbelanja secara online. Salah satu media dalam melakukan perdagangan melalui sistem online ialah dengan menggunakan e-commerce. Semakin majunya dunia perdagangan yang dipermudah dengan hadirnya e-commerce juga mendorong pangsa pasar yang lebih luas bagi para produsen, tidak hanya pelaku usaha dalam negeri saja, tetapi juga pelaku usaha dari luar negeri yang mengirimkan produknya.

Kegiatan memasukkan barang dari luar daerah Indonesia atau dikenal juga dengan sebutan daerah pabean dinamakan dengan impor. Kegiatan ekspor-impor ini merupakan salah satu aspek yang menunjang pembangunan nasional, yakni untuk meningkatkan pendapatan negara melalui pengenaan bea masuk dan bea impor atas barang-barang.

Sesuai dengan UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006, Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk yaitu pungutan negara yang dikenakan terhadap barang yang diimpor.

Merujuk pada PMK No. 199/PMK.010/2019, terhadap Barang Kiriman yang diimpor untuk dipakai, dengan nilai pabean paling banyak FOB USD 3.00 (tiga United States Dollar) per Penerima Barang per kiriman dapat diberikan:

  1. pembebasan bea masuk;
  2. dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah; dan
  3. dikecualikan dari pemungutan Pajak Penghasilan.

Dalam hal nilai pabean Barang Kiriman melebihi batas nilai pabean sebagaimana dimaksud di atas maka bea masuk dan pajak dalam rangka impor dipungut atas seluruh nilai pabean Barang Kiriman tersebut. Namun terdapat pengeculian terhadap Barang Kiriman yang diimpor untuk dipakai berupa Surat, Kartu Pos, dan Dokumen yaitu:

  1. dibebaskan bea masuk; dan
  2. tidak dipungut pajak dalam rangka impor

Namun terkait hal ini, banyak sekali terjadi kasus penipuan tagihan bea masuk dengan mencatut nama Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai, berdasarkan data statistik Bea Cukai hingga Maret 2021 jumlah laporan penipuan telah mencapai 495 kali pengaduan. Salah satu modus yang kerap digunakan ialah modus kiriman diplomatik yaitu Pelaku menghubungi korban bahwa terdapat kiriman dengan jenis kiriman diplomatik. Untuk meyakinkan korban, pelaku kadang membuat surat resmi seolah-olah memang benar barang tertahan di Bea Cukai. Selanjutnya, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang agar paket tersebut dapat diteruskan ke penerima.

Selain itu Bea Cukai telah mengidentifikasi beberapa jenis modus penipuan yang sangat marak terjadi di masyarakat, meliputi:

  1. Pelaku menawarkan barang pada media sosial dengan harga yang sangat murah. Pelaku menawarkan barang tersebut sebagai sitaan Bea Cukai. Setelah terjadi transaksi jual-beli, oknum menghubungi korban mengaku sebagai petugas Bea Cukai menyatakan bahwa barang yang dibeli ilegal dan meminta korban mentransfer uang ke rekening pelaku dalam rangka pemenuhan kewajiban perpajakannya.
  2. Modus lelang palsu. Oknum mengatakan bahwa pihak Bea Cukai sedang menyelenggarakan lelang tertutup, tetapi resmi. Pelaku menawarkan lelang melalui media sosial, whatsapp, atau SMS berantai. Calon korban diminta untuk transfer uang ke rekening pribadi.
  3. Modus jasa penyelesaian tangkapan Bea Cukai. Pelaku menawarkan jasa bahwa pelaku dapat membantu menyelesaikan kasus dan mengembalikan barang yang telah disita oleh petugas Bea Cukai.
  4. Modus kiriman luar negeri. Dimana pelaku berkenalan dan membangun kepercayaan terlebih dahulu lalu pelaku mengaku bahwa dirinya mengirimkan barang kepada korban. Kemudian pelaku mengaku sebagai petugas Bea Cukai dan menyatakan bahwa paket ditahan oleh Bea Cukai karena barangnya melebihi nilai batasan, atau harus bayar bea masuk. Korban biasanya diminta transfer sejumlah uang agar barang dapat dikirimkan ke penerima ke rekening pribadi milik pelaku.
  5. Modus teman ditahan. Modus ini diawali dengan korban yang berkenalan dengan pelaku melalui media daring. Lalu pelaku menyatakan ingin mengunjungi Indonesia. Pada saat pelaku mengaku sudah sampai di Indonesia, pelaku menghubungi korban dan menyatakan dirinya ditahan karena membawa uang dalam jumlah banyak dan meminta agar korban mentransfer uang agar dirinya dibebaskan.

Menanggapi hal penipuan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh mekanisme pembayaran cukai dilakukan menggunakan kode billing dan Bea Cukai tidak pernah meminta transfer pembayaran pajak ke rekening atas nama pribadi, apalagi sampai mengancam adanya hukuman pidana. Selain itu, Ia menyarankan untuk memastikan status atau tagihan bea masuk dan pajak barang kiriman, bisa langsung cek melalui media sosial @bravobeacukai atau langsung hubungi BRAVO Bea Cukai di 1500225.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *