Memanfaatkan QRIS Untuk Mempermudah Bisnis

Memanfaatkan QRIS Untuk Mempermudah Bisnis

Dalam rangka mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional, digitalisasi dalam layanan sistem pembayaran perlu dikembangkan dengan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi dengan stabilitas dan praktik bisnis yang sehat, serta menjamin kepentingan nasional. Dalam hal ini Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, terus melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan QRIS.

Penggunaan QRIS secara optimal adalah salah satu langkah konkret dalam digitalisasi pembayaran sehingga lebih aman secara kesehatan dan lebih cepat dan praktis dari segi teknis transaksi, apalagi di tengah masa pandemi yang membatasi aktivitas sosial, QRIS dapat digunakan sebagai alternatif pembayaran.

Menurut PADG No. 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code Untuk Pembayaran, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah Standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia.

Quick Response Code untuk Pembayaran yang selanjutnya disebut QR Code Pembayaran adalah kode dua dimensi yang terdiri atas penanda tiga pola persegi pada sudut kiri bawah, sudut kiri atas, dan sudut kanan atas, memiliki modul hitam berupa persegi titik atau piksel, dan memiliki kemampuan menyimpan data alfanumerik, karakter, dan simbol, yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi pembayaran nirsentuh melalui pemindaian.

Transaksi QRIS menggunakan sumber dana berupa simpanan dan/atau instrumen pembayaran berupa kartu debet, kartu kredit, dan/atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based. Nominal Transaksi QRIS ini dibatasi paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) per transaksi. Ada tiga jenis pembayaran menggunakan QRIS, yaitu:

  1. Merchant Presented Mode (MPM) Statis

Paling mudah, merchant cukup memajang satu sticker atau print-out QRIS. Pengguna hanya melakuk​an scan, masukkan nominal, masukkan PIN dan klik bayar. Notifikasi transaksi langsung diterima pengguna ataupun merchant. QRIS MPM Statis sangat cocok bagi usaha mikro dan kecil.​

  1. Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis

QR dikeluarkan melalui suatu device seperti mesin EDC atau smartphone. Merchant harus memasukkan nominal pembayaran terlebih dahulu, kemudian pelanggan melakukan scan QRIS yang tampil atau tercetak.

  1. Customer Presented Mode (CPM) (sedang dalam tahap uji coba)

Pelanggan cukup menunjukkan QRIS yang ditampilkan dari aplikasi pembayaran pelanggan untuk di-scan oleh merchant. QRIS CPM lebih ditujukan untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi seperti penyedia transportasi, parkir dan ritel modern.

Selain kemudahan dalam bertransaksi seperti di atas tentu saja QRIS mempunyai manfaat bagi pelaku usaha. Adapun beberapa manfaat QRIS bagi pelaku usaha, yaitu:

  1. Pembayaran non tunai lebih efisien

Sesuai dengan anjuran pemerintah untuk meningkatkan Gerakan Non Tunai ini bisa menjadi salah satu dukungannya, yaitu meningkatkan penggunaan uang elektronik. Dimana untuk memenuhi suatu kebutuhan kita tidak perlu bertransaksi secara tunai, harus membawa uang kas yang memerlukan tempat dan perhitungan dalam bertransaksi.

  1. Menyediakan Lebih Banyak Alternatif Pembayaran

Dengan QRIS, maka mampu melayani pembayaran digital dari berbagai bank dan e-wallet, seperti OVO, Gopay, Dana, LinkAja, hingga ShopeePay.

  1. Mencegah Peredaran Uang Palsu

Dengan menggunakan QRIS, maka akan ikut menumbuhkan cashless society dan meminimalisir risiko peredaran uang palsu yang dapat merugikan

  1. Meja Kasir Lebih Rapi, Modern, dan Kekinian

Karena cukup menampilkan 1 QR Code untuk menerima berbagai aplikasi pembayaran, meja kasir di toko/ usaha bisa tampak lebih rapi dan sedap dipandang mata. Dengan melayani berbagai pembayaran digital, toko/ usaha akan terkesan lebih modern dan kekinian.

  1. Mempermudah Pemantauan dan Analisis Keuangan Bisnis

Dengan menggunakan QRIS, maka bisa dilakukan pengecekan riwayat transaksi di toko/ usaha secara real-time. Dan dapat dilakukan dengan mudah yaitu tidak perlu mencatat setiap transaksi secara manual, karena semua data transaksi terekam otomatis. Sehingga mampu memudahkan dalam memantau hasil penjualan yang terjadi di toko/ usaha yang dimiliki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *