Meneropong Bukti Autentik Catatan Pernikahan

Meneropong Bukti Autentik Catatan Pernikahan

Pada masa pandemi ini ternyata tidak terlalu berdampak kepada pasangan-pasangan yang ingin menikah, berdasarkan data yang disampaikan oleh Kemenag ada lebih dari 30.000 pasangan yang telah mendaftarkan diri dan pasangannya di tengah pandemi Covid-19.

Menurut UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang telah diubah dengan UU No. 16 Tahun 2009, Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha esa. Perkawinan dinyatakan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu serta perkawinan wajib dicatat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sesuai dengan Permenag No. 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan. Pencatatan pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan beragama Islam akan dicatat oleh Kepala KUA Kecamatan/PPN LN dalam Akta Nikah setelah akad nikah dilaksanakan, dan akan ditanda tangani oleh suami, istri, wali, saksi, Penghulu, dan Kepala KUA Kecamatan/PPN LN.

Selain Akta Nikah, pasangan suami istri akan memperoleh Buku Nikah. Buku Nikah adalah dokumen petikan Akta Nikah dalam bentuk buku, Buku Nikah diberikan kepada suami dan istri sesaat setelah proses akad nikah selesai dilaksanakan. Menurut Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan buku nikah asli keluaran Kemenag memiliki pengamanan berlapis yaitu menggunakan kertas security printing, visible ink multi-colour, ada bagian-bagian yang dicetak timbul dan menggunakan hologram, selain itu buku nikah terbitan tahun 2019 memiliki QR code yang terhubung ke data pada aplikasi simkah.

Selain Akta Nikah dan Buku Nikah, sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) Permenag 20/2019 menyebutkan pasangan suami istri juga akan mendapatkan Kartu Nikah. Kartu nikah merupakan bagian dari penerapan simkah yang diluncurkan oleh Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pada 8 November 2018 lalu. Kartu Nikah adalah dokumen pencatatan nikah dalam bentuk kartu, Kartu Nikah akan diberikan sebanyak satu kartu sebagai bukti dan dokumen tambahan.

Namun baru-baru ini Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Jajang Ridwan menyatakan Kemenag resmi menyetop penerbitan kartu nikah fisik dan diganti dengan kartu nikah dalam bentuk format digital per Bulan Agustus 2021 ini. Penggantian tersebut sudah diatur dalam Surat Dirjen Bimas Islam No. B-2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021 tentang Penggunaan Kartu Nikah Digital. Kartu nikah digital akan dikirim melalui email yang telah didaftarkan calon pengantin melalui web Simkah. Kartu nikah digital juga dapat dimiliki oleh pasangan yang sudah lama menikah dengan melakukan pengajuan kartu nikah digital di Kantor Urusan Agama tempat menikah.

Menurut Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Muharam Marzuki menjelaskan bahwa Kartu Nikah Digital memiliki banyak manfaat yaitu Pertama, kecepatan mengakses data diri dari pasangan suami istri sebagaimana tertera dalam kartu tersebut. Kedua, dengan Kartu Nikah Digital akan mempermudah pengecekan keabsahan pernikahan pasangan suami istri. Ketiga, keberadaan Kartu Nikah Digital merupakan upaya Kemenag untuk menghindari pemalsuan dokumen pernikahan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *