Mengenal Deportasi dan Ragam Tindakan Keimigrasian Lainnya

Dengan berkembangnya dunia internasional di masa ini, telah terjadi perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan tersebut telah membawa pengaruh yang besar terhadap terwujudnya persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia dan asing untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam menggunakan haknya untuk keluar atau masuk wilayah Indonesia. Namun di lain sisi, pengawasan terhadap warga negara asing yang masuk ke Indoensia juga perlu ditingkatkan sejalan dengan meningkatnya kejahatan atau tindakan melanggar hukum di Indonesia yang dilakukan oleh wna.

Contohnya adalah dua pria yang merupakan warga negara asing (WNA) telah dideportasi di bawah pengawalan empat petugas imigrasi lewat Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis (21/4) yang lalu. Adapun kedua pria tersebut berinisial LC WNA asal Denmark yang telah terbukti melakukan tindak pidana penistaan agama dengan merusak tempat sembahyang Penunggun Karang atau Jro Gede di rumahnya ya ia Sewa di Kabupaten Buleleng, Bali. Dan pria berinisial OP wna asal Jerman yang diamankan oleh Satpol PP Kabupaten Gianyar karena dalam kondisi terlantar dan mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar dengan membuat onar seperti membawa senjata tajam di area publik, dan sulit diajak berkomunikasi.

Apa itu yang dimaksud dengan deportasi?

Deportasi merupakan salah satu tindakan administratif keimigrasian. Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang telah diubah dengan UU Hak Cipta menyebutkan bahwa Pejabat imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan. Tindakan administratif keimigrasian dapat berupa:

  1. Pencantuman dalam daftar pencegahan atau penangkalan.

Pencegahan adalah larangan sementara terhadap orang untuk keluar dari wilayah Indonesia berdasarkan alasan keimigrasian atau alasan lain yang ditentukan oleh undang-undang. Kemudian, penangkalan adalah larangan terhadap orang asing untuk masuk wilayah Indonesia berdasarkan alasan keimigrasian.

  1. Pembatasan, perubahan, atau pembatalan izin tinggal.

Yang dimaksud dengan izin tinggal adalah izin yang diberikan kepada orang asing oleh pejabat imigrasi atau pejabat dinar luar negeri baik secara manual maupun elektronik untuk berada di wilayah Indonesia. Izin tinggal terdiri atas izin tinggal diplomatik, izin tinggal dinas, izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap.

  1. Larangan untuk berada di satu atau beberapa tempat wilayah tertentu di wilayah Indonesia.

Larangan tersebut ditujukan terhadap orang asing yang keberadaannya tidak dikehendaki oleh pemerintah berada di wilayah Indonesia tertentu.

  1. Keharusan untuk bertempat tinggal di suatu tempat tertentu di wilayah Indonesia.

Yang dimaksud dengan “bertempat tinggal di suatu tempat tertentu” adalah penempatan di rumah detensi imigrasi, ruang detensi imigrasi, atau tempat lain.

  1. Pengenaan biaya beban.
  2. Deportasi dari wilayah Indonesia.

Deportasi adalah tindakan paksa mengeluarkan orang asing dari wilayah Indonesia. Deportasi dapat juga dilakukan terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia karena berusaha menghindarkan diri dari ancaman dan pelaksanaan hukuman di negara asalnya.

Dapatkan kabar terbaru langsung di ponsel anda dengan bergabung di Whatsapp Group atau Subscribe di Telegram Channel

Sederhana dan mudah!

Leave a Reply

Your email address will not be published.