Mengenal Lebih Jauh Bilyet Giro

Mengenal Lebih Jauh Bilyet Giro

Saat ini Indonesia sedang dihebohkan dengan berita sumbangan sebesar Rp 2 triliun untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Pada 29 Juli 2021 lalu Polda Sumsel menerima Bilyet Giro yang diberikan oleh keluarga almarhum Akidi Tio, namun saat dilakukan kliring atau pengambilan dana ternyata pihak bank menyatakan saldo yang ada tidak mencukupi. Hasil kesimpulan analisa yang dilakukan oleh Penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan bahwa jumlah uang yang tersimpan di rekening anak bungsu mendiang pengusaha Akidi Tio tidak mencapai Rp 2 triliun.

Namun, apakah yang dimaksud dengan bilyet giro itu?

Bilyet giro diatur oleh Peraturan Bank Indonesia No. 18/41/PBI/2016 tentang Bilyet Giro, adapun yang dimaksud dengan Bilyet Giro adalah surat perintah dari Penarik kepada Bank Tertarik untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah dana kepada rekening Penerima.

Pada Pasal 3 tertulis bahwa pengunaan Bilyet Giro harus memenuhi seluruh syarat formal, sebagai berikut:

  1. nama “Bilyet Giro” dan nomor Bilyet Giro;
  2. nama Bank Tertarik;
  3. perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah dana atas beban Rekening Giro Penarik;
  4. nama dan nomor rekening Penerima;
  5. nama Bank Penerima;
  6. jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun dalam huruf secara lengkap;
  7. Tanggal Penarikan;
  8. Tanggal Efektif;
  9. nama jelas Penarik; dan
  10. tanda tangan Penarik.

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam penggunaan bilyet giro, pihak-pihak tersebut juga mempunyai kewajiban dalam penggunaan bilyet giro yaitu:

Penarik

Penarik adalah pemilik Rekening Giro yang menerbitkan Bilyet Giro. Dalam penggunaan Bilyet Giro, Penarik berkewajiban untuk:

  1. harus memenuhi syarat formal secara lengkap pada saat penerbitan Bilyet Giro;
  2. menyediakan dana yang cukup selama Tenggang Waktu Efektif;
  3. harus menginformasikan kepada Bank Tertarik mengenai Bilyet Giro yang diblokir pembayarannya.

Penarik bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat tidak dipenuhinya syarat formal Bilyet Giro secara lengkap.

Penerima

Penerima adalah pemilik rekening yang disebutkan namanya dalam Bilyet Giro untuk menerima sejumlah dana. Dalam penggunaan Bilyet Giro, Penerima berkewajiban untuk:

  1. memastikan pemenuhan syarat formal terhadap Bilyet Giro yang diterima dari Penarik;
  2. menolak Bilyet Giro yang tidak memenuhi syarat formal;
  3. meminta Penarik untuk melakukan pemblokiran atas Bilyet Giro yang diterima, dalam hal diperlukan.

Bank Tertarik

Bank tertarik adalah Bank yang diperintahkan oleh Penarik untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah dana dengan menggunakan Bilyet Giro. Dalam penggunaan Bilyet Giro, Bank Tertarik wajib:

  1. memenuhi syarat formal huruf a, b, dan c pada saat pencetakan Bilyet Giro;
  2. menatausahakan Rekening Giro Penarik;
  3. menatausahakan Bilyet Giro yang diberikan kepada Penarik;
  4. melakukan verifikasi Bilyet Giro yang ditarik oleh Penarik;
  5. melaksanakan perintah pemindahbukuan sejumlah dana sesuai dengan perintah dalam Bilyet Giro;
  6. menindaklanjuti pemblokiran pembayaran Bilyet Giro berdasarkan surat permohonan dari Penarik dan/atau pihak yang berwenang;
  7. melakukan penolakan Bilyet Giro dengan alasan penolakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12; dan
  8. menatausahakan penggunaan Bilyet Giro.

Bank Tertarik bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat tidak dipenuhinya syarat formal Bilyet Giro secara lengkap pada huruf a, b, dan c.

Bank Penerima

Bank penerima adalah Bank yang menatausahakan rekening Penerima. Dalam penggunaan Bilyet Giro, Bank Penerima wajib:

  1. memastikan pemenuhan syarat formal terhadap Bilyet Giro yang diterima dari Penerima;
  2. melakukan verifikasi terhadap Bilyet Giro yang diterima dari Penerima;
  3. meneruskan Bilyet Giro yang diterima dari Penerima kepada Bank Tertarik apabila syarat formal telah dipenuhi dan selesai verifikasi;
  4. melakukan penolakan Bilyet Giro yang tidak memenuhi syarat formal dan verifikasi dengan alasan penolakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12;
  5. memindahbukukan sejumlah dana yang diterima dari Bank Tertarik ke rekening Penerima; dan
  6. menyampaikan informasi kepada Penerima dalam hal Bilyet Giro ditolak oleh Bank Tertarik disertai dengan alasan penolakan.

Penolakan bilyet giro yang dapat dilakukan oleh bank tertarik dan bank penerima, dapat dilakukan dengan beberapa alasan yang diatur pada Pasal 12, yaitu:

  1. tidak memenuhi syarat formal Bilyet Giro;
  2. pencantuman Tanggal Efektif tidak dalam Tenggang Waktu Pengunjukan;
  3. terdapat koreksi yang tidak sesuai dengan ketentuan;
  4. diunjukkan tidak dalam Tenggang Waktu Efektif;
  5. syarat formal Bilyet Giro diduga diisi oleh pihak lain selain Penarik;
  6. Bilyet Giro diblokir pembayarannya;
  7. tanda tangan tidak sesuai dengan spesimen yang ditatausahakan oleh Bank Tertarik;
  8. Bilyet Giro diduga palsu atau dimanipulasi;
  9. Rekening Giro Penarik telah ditutup; dan/atau
  10. tidak tersedia dana yang cukup pada Rekening Giro Penarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *