Mengenal Model Bisnis Waralaba

Mengenal Model Bisnis Waralaba

Punya bisnis sendiri menjadi impian bagi banyak orang. Namun, banyak juga yang menahan impian untuk memulai bisnis sendiri dengan menimbang banyaknya tantangan yang dihadapi. Berbagai contoh tantangan yang bakal dihadapi oleh pebisnis pemula biasanya mencakup ketersediaan modal dan sumber daya, ide bisnis, termasuk strategi pemasaran.

Untuk menyiasati berbagai tantangan tersebut, mungkin anda perlu mengenal model bisnis yang sudah lama ada dan kian berkembang, yaitu model bisnis kemitraan atau waralaba. Model bisnis kemitraan ini sudah ada sejak 1930-an saat Howard Deering Johnson memperkenalkan franchising dengan restauran McDonald-nya.

Bisnis waralaba secara definisi adalah model bisnis yang menjadi jembatan antara pemilik merek dengan pemodal. Dengan model waralaba, pemilik merek memberikan hak kepada pemodal untuk menjalankan usahanya termasuk penggunaan merek berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.

Di Indonesia istilah waralaba dapat ditemukan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba.  Dalam peraturan tersebut, disebutkan jika waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Sementara itu, menurut Asosiasi Franchise Indonesia, waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir dengan pewaralaba atau franchisor yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu.

Jadi di dalam waralaba adalah pemberi waralaba dan ada pula penerima waralaba. Pemberi Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang memberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimilikinya kepada Penerima Waralaba. Sementara Penerima Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang diberikan hak oleh Pemberi Waralaba untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimiliki Pemberi Waralaba.

Penerima waralaba tentu memiliki sejumlah kewajiban seperti membayar biaya royalti, biaya pengadaan peralatan pendukung usaha, pengadaan bahan baku, dan biaya lain yang disepakati dalam perjanjian.

Jika anda tertarik untuk mulai menjalankan bisnis dengan model waralaba, maka yang wajib diperhatikan oleh penerima waralaba adalah bisnis tersebut telah:

  • memiliki Ciri Khas Usaha;
  • terbukti sudah memberikan keuntungan;
  • memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis;
  • mudah diajarkan dan diaplikasikan;
  • adanya dukungan yang berkesinambungan; dan
  • Hak Kekayaan I ntelektual (HKI) yang telah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *