Menilik Substansi PP No 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak

Menilik Substansi PP No 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak

Pada 10 Agustus 2021, Pemerintah mengeluarkan PP No 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak. PP 78/2021 merupakan permintaan dari ketentuan Pasal 71C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyebutkan:

“Ketentuan lebih lanjut mengenai Perlindungan Khusus bagi Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 sampai dengan Pasal 71B diatur dengan Peraturan Pemerintah.”

Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menjelaskan jika PP 78 Tahun 2021 dikeluarkan untuk memperkuat dan mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga lainnya dalam rangka perlindungan khusus terhadap anak.

PP ini, menurut Bintang Puspayoga, menjadi landasan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan koordinasi kebijakan, program, dan layanan terhadap anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Selain itu PP ini juga memperjelas peran pemerintah pusat, daerah, dan lembaga lainnya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan serta bentuk-bentuk perlindungan khususnya.

Bintang Puspayoga merujuk ketentuan Pasal 3 dalam PP 78 Tahun 2021 yang menyebutkan jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga negara lainnya wajib dan bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak-anak dengan kondisi tertentu.

Dalam kesempatan yang berbeda, Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden menjelaskan jika PP ini memberikan perlindungan khusus bagi anak korban bencana nonalam, termasuk yang diakibatkan oleh wabah penyakit. Hal ini disebutkan dalam Pasal 5 ayat 2  yang menentukan jika perlindungan khusus bagi anak dalam kondisi darurat termasuk pada korban bencana sosial, korban bencana non alam, dan anak dari narapidana perempuan.

Jaleswari juga menjelaskan jika beleid ini terbit salah satunya didasari oleh kebutuhan sosiologis-empirik yang menjadi salah satu visi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat ini yaitu anak Indonesia harus terlindungi karena di pundak anak-anak ini terpanggul harapan akan Indonesia maju.

Ada 20 kategori anak yang mendapatkan perlindungan khusus menurut PP tersebut antara lain:

  1. Anak dalam situasi darurat, yakni anak yang berada dalam situasi lingkungan yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan anak yang disebabkan, baik oleh faktor alam, nonalam, dan/atau sosial.
  2. Anak yang dalam situasi darurat yakni yang menjadi pengungsi, korban kerusuhan, korban bencana alam, dan anak dalam situasi konflik bersenjata.
  3. Anak yang berhadapan dengan hukum. Anak dari kelompok minoritas dan terisolasi.
  4. Anak yang dieksploitasi secara ekonomi.
  5. Anak yang dieksploitasi secara seksual.
  6. Anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
  7. Anak yang menjadi korban pornografi.
  8. Anak dengan HIV/AIDS.
  9. Anak korban penculikan.
  10. Anak korban penjualan.
  11. Anak korban perdagangan.
  12. Anak korban kekerasan fisik.
  13. Anak korban kekerasan psikis.
  14. Anak korban kejahatan seksual.
  15. Anak korban jaringan terorisme.
  16. Anak penyandang disabilitas.
  17. Anak korban perlakuan salah
  18. Anak korban penelantaran.
  19. Anak dengan perilaku sosial menyimpang.
  20. Anak yang menjadi korban stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tuanya.

Menariknya untuk perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum, menurut ketentuan Pasal 7 ayat (1) huruf e, harus dilakukan melalui pembebasan dari penyiksaan, penghukuman, atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi, serta merendahkan martabat dan derajat. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa yang termasuk dalam penghukuman atau perlakuan kejam dan tidak manusiawi yakni; disuruh membuka baju dan lari berkeliling, digunduli rambutnya, diborgol, disuruh membersihkan WC, dan anak disuruh memijat penyidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *