Pedofilia Menjamur di Media Sosial, Hindari 4 Hal ini Sebelum Memposting Anak Anda!

Pedofilia Menjamur di Media Sosial, Hindari 4 Hal ini Sebelum Memposting Anak Anda!

Mengunggah perkembangan sang buah hati di sosial media tentu hal yang menyenangkan bagi para orang tua, sehingga keluarga atau kerabat terdekat dapat melihat dan berinteraksi dengan anak kita lewat unggahan di sosial media.

Namun saat ini tidak semua hal dapat kita unggah di sosial media, banyaknya pertimbangan yang perlu kita perhatikan akan keselamatan sang buah hati, mesikipun kita telah merasa aman bahwa hanya keluarga atau kerabat yang melihat unggahan tersebut, tidak dapat dipungkiri media sosial kian menjadi tempat banyak predator bersarang, salah satunya ialah Pedofilia.

Pedofil adalah istilah yang merujuk pada orang yang mengidap gangguan seksual berupa nafsu seksual terhadap anak-anak atau remaja berusia di bawah 14 tahun. Sebagian besar pedofil adalah pria, tetapi wanita juga bisa mengalami gangguan seksual ini.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menerima ribuan laporan kekerasan terhadap anak sepanjang 2021. Sejak Januari hingga Juni, ada 3.122 aduan yang masuk dengan dominasi pada angka kekerasan seksual angkanya. Dari banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak tragisnya pelaku kebanyakan berasal dari lingkungan keluarga atau lingkungan sekitar anak itu berada, seperti di dalam rumahnya sendiri, lingkungan sosial, sekolah maupun orang yang tidak dikenal dari sosial media.

Disamping itu, media beroperasi pedofilia kini mulai menjamur lewat sosial media, para predator online di seluruh dunia yang bersembunyi di dalam ‘web gelap’ dan menjual banyak foto pornografi anak, salah satu kasus yang dapat kita lihat ialah terdapat sebuah grup di Facebook yang diberi nama Official Loly Candy’s Group 18+ yang beranggotakan 7.497 orang. Dalam grup pedofilia tersebut, termuat hingga 500 video dan 100 foto yang berhubungan dengan pornografi anak-anak.

Kejahatan seksual, juga terhadap anak-anak, memang terjadi cukup banyak di internet, terutama lewat media sosial. Diwartakan Adweek, 33 persen dari seluruh kejahatan seksual yang ada di internet dimulai melalui media sosial. Apalagi diketahui bahwa 25 persen pengguna Facebook di tahun 2010 berusia di bawah 10 tahun.

Adanya pedofilia ini tentu menjadi kekhawatiran bagi para orang tua untuk mengungah sang buah hati di sosial media. Namun sebelum ketakukan tersebut menghambat kebebasan kita di sosial media, perhatikan beberapa hal yang perlu dihindari sebelum mengunggah sang buah hati di sosial media.

Jangan Memposting Anak dalam Keadaan Tanpa Busana

Mesikipun masih anak-anak tetapi mereka tetap memiliki privasi, selain itu ada banyak orang diluar sana yang bisa dengan mudah dan bebas mengakses media sosial anda. Bisa jadi salah satu diantaranya ialah pedofil yang dapat memanfaatkan foto tersebut. Jangankan foto anak yang sedang mandi atau telanjang, foto anak berpakaian lengkap pun bisa jadi bahan fantasi seksual bagi para pedofilia.

Jangan Memposting Lokasi Sekolah Anak

Hal ini tentu harus dihindari, maraknya tindak kriminal penculikan yang dapat mengintai anak anda dengan cara mengetahui lokasi sekolah yang dimilikinya, maka hal tersebut perlu pula dihindari bagi para orang tua untuk mengunggahnya.

Jangan Memposting Anak Ketika Sedang Bermain dengan Kawannya.

Ada beberapa orang tua yang mungkin telah memilih untuk tidak memposting sang buah hati di sosial media manapun dengan alasan tertentu, itu sebabnya untuk tidak asal memposting sesuatu di sosial media, mintalah izin kepada sang orang tuan sebelum memposting foto anaknya.

Hindari Menggunakan Beberapa Hastag Sebelum Mengunggah

Tanpa disadari, penggunaan tagar (#) tertentu diyakini dapat berisiko membuat anak-anak menjadi target pedofil pada predator seks. Tagar yang dimaksud adalah #bathtime. Oleh karena itu, jangan sampai sebagai oang tua membubuhkan tagar #bathtime pada setiap unggahan foto anak di media sosial. Oleh karena itu, orangtua tidak disarankan untuk menyantumkan tagar tersebut di media sosial. Ada predator online di seluruh dunia yang bersembunyi di dalam ‘web gelap’. Mereka menunggu unggahan foto imut balita Anda hanya karena menggunakan tagar tertentu.

Nah, itu dia 4 hal yang perlu dihindari sebelum mengunggah kegiatan anak di sosial media, sebelum memutuskan untuk mengunggah ada baiknya memikirkan dampak kedepannya yang dapat mengintai buah hati anda. Cobalah lebih bijak dan berhati-hati dalam mengunggah informasi di sosial media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *