Pelaku Kasus Injak Kepala di Merauke Diproses Hukum!

Pelaku Kasus Injak Kepala di Merauke Diproses Hukum!

Sebuah video yang beredar luas di twitter memperlihatkan dua orang prajurit TNI AU melakukan kekerasan terhadap seorang warga di Merauke, Papua. Aksi kekerasan yang terekam tersebut diunggah oleh jurnalis Tabloid Jubi Papua Victor Mambor melalui akun Twitternya @victorcmambor, Selasa (27/7/2021).

Terlihat jika insiden itu bermula ketika seorang pria Papua terlibat cekcok dengan seorang pria di sebuah warung makan di Merauke. Saat terjadi cekcok, pria Papua itu melepaskan kaos yang ia kenakan. Tal kama, datang dua orang prajurit TNI AU yang langsung membentak dan menggiring warga Papua itu keluar dari warung makan menuju trotoar jalan, dan memitingnya. Salah seorang prajurit terlihat menindih punggung pria tersebut, sedangkan rekannya terlihat menginjak kepala pria itu dengan sepatu boot. Dalam video juga terlihat kalau pria Papua itu tidak memberikan perlawanan.

Aksi kekerasan tersebut, menuai komentar dari Beka Ulung Hapsara, Komisioner dari Komnas HAM. Melalui akun twitternya, Ia telah berkomunikasi dengan Frits Ramandey, Kepala Perwakilan Komnas HAM di Papua. Menurutnya kasus ini sudah dilaporkan ke Pangdam dan Panglima TNI yang berjanji akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), membenarkan peristiwa tersebut. Meskipun tak merinci kejadian tersebut, ia telah mengkonfirmasi jika oknum personel POM AU yang ada di video tersebut sudah ditahan POM AU Lanud J.A Dimara.

Tak hanya itu, melalui akun twitter resmi TNI AU, Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menyatakan menyesal dan meminta maaf atas tindakan yg dilakukan dua oknum anggota Lanud J.A. Dimara Merauke, terhadap warga. Ia juga menegaskan jika proses hukum ttp dijalankan kpd mereka yg bersalah.

Moeldoko, Kepala Kantor Staf Presiden, juga memberikan pernyataan. Ia menyesalkan dan mengecam tindak kekerasan yang dilakukan dua aparat terhadap seorang warga di Bandara J Dimara, Merauke. Dalam keterangan tertulisnya (Rabu, 28/7/2021), ia menyebutkan jika tindakan yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut sangat eksesif, di luar standar dan prosedur yang berlaku. Ia juga memberikan apresiasi dan menghargai respons cepat Panglima TNI dan Kepala Staf TNI AU dengan menahan pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga berjanji, jika KSP akan memastikan bahwa pelaku diproses secara transparan dan akuntabel, serta memastikan korban mendapat perlindungan serta pemulihan yang diperlukan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *