Perempuan Jadi Target Pemerintah Lahirkan Wirausaha Mapan

Kontribusi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tidak dapat dipandang remeh. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada Maret 2021, jumlah UMKM di Tanah Air telah mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun.

Selain itu, pelaku UMKM juga didominasi perempuan yang sebagiannya bergerak di bidang kuliner.

Teten, Menteri Koperasi dan UKM, menjelaskan jika sebanyak 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan dan pemerintah telah menargetkan perempuan menjadi salah satu wirausaha mapan baru.

“Sebagian dari bisnis (UMKM) perempuan ini adalah lebih ke survival economy untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi kalau kita lihat peran di dalam keluarga bagaimana mereka bisa menyekolahkan anak dengan pendapatan dari UMKM, kita berharap nanti dari keluarga mereka akan muncul anak-anak muda yang berpendidikan yang bisa memunculkan wirausaha baru” jelas Teten.

Pemerintah, menurut Teten, akan mendampingi UMKM perempuan agar bisa bersaing dengan mempermudah akses pembiayaan bukan hanya untuk modal kerja tetapi juga untuk pengembangan produk.

Teten juga meminta agar pelaku UMKM untuk terus memroduksi barang yang sudah ada pangsa pasarnya. Apalagi menurut Teten, Presiden Joko Widodo sudah meminta agar pemerintah pusat dan daerah agar mengalokasikan 40 persen anggaran belanja untuk membeli produk koperasi dan UMKM. Alokasi ini jumlahnya mencapai Rp 400 triliun.

“UMKM akan dibimbing untuk produksi barang dan jasa yang pangsa pasarnya sudah ada,” kata Teten.

Dalam kesempatan yang berbeda, pentingnya pelaku UMKM perempuan juga dinyatakan oleh Sri Mulyani, Menteri Keuangan. Sebelumnya, Sri Mulyani menilai jika perempuan adalah pelaku yang sangat penting dan besar di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Sri Mulani, di tingkat usaha mikro, 52 persen dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Sementara untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan. Dan untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.

Data ini menurut Sri Mulyani didapat dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Hal ini menunjukkan bahwa perempuan adalah pelaku usaha yang sangat penting dan bahkan utama pada level kecil dan mikro.

Sri Mulyani juga menjelaskan kalau UMKM memiliki kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.

“UMKM menyumbang 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari sisi penciptaan dan penyerapan kesempatan kerja.” pungkas Sri Mulyani

Mau meningkatkan kapasitas dan skil serta pengetahuan dengan cara mudah dan terjangkau? Mulai dari IDR 50 ribu/bulan, anda dapat mengikuti beragam pelatihan virtual dan kelas pengetahuan mandiri tanpa batas.

Segera daftarkan diri anda dalam program Amica@NgertiHukumID

Leave a Reply

Your email address will not be published.