Perijinan Berusaha Berbasis Resiko Resmi Dimulai

Perijinan Berusaha Berbasis Resiko Resmi Dimulai

Pemerintah akhirnya resmi mengoperasikan OSS Berbasis Resiko yang bertujuan untuk mempermudah perijinan investasi. Sistem OSS Berbasis Resiko ini tujuannya juga untuk mendongkrak peringkat Indonesia dalam kemudahan berusaha yang pada 2020 bertengger pada urutan ke 73.

Pemerintah menyatakan jika sistem OSS Berbasis Risiko akan membuat proses perizinan semakin cepat dan diharapkan bisa berdampak positif terhadap realisasi investasi ke depan. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan jika sistem ini adalah amanah dari UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk memberikan kepastian, kemudahan, efisiensi, dan transparansi di Indonesia. Sebagai implementasi dari PP No 5 Tahun 2021, dalam OSS Berbasis Resiko ini sudah ada 1.702 kegiatan usaha yang terdiri atas 1.349 klasifikasi bidang lapangan usaha (KBLI).

Dalam peresmian OSS Berbasis Resiko pagi ini, Presiden Joko Widodo menyatakan OSS Berbasis Resiko adalah reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan. Dimana layanan perizinan dilakukan secara online dan terintegrasi dengan paradigma berbasis risiko. Presiden juga menegaskan bahwa perizinan antara UMKM dengan usaha besar tidak sama. Risiko tinggi perizinan berusaha berupa izin. Risiko menengah perizinan berusaha berupa sertifikat standar. Dan risiko rendah perizinan berusaha cukup berupa pendaftaran atau nomor induk berusaha dari OSS.

Presiden Joko Widodo juga menjamin jika kehadiran OSS berbasis resiko tidak akan mengebiri kewenangan pemerintah daerah. Akan tetapi memberikan standar layanan bagi semua tingkatan pemerintah yang mengeluarkan izin baik di level pusat maupun daerah agar tanggung jawabnya semakin jelas dan layanannya semakin sinergis. Presiden juga menjelaskan jika para pelaku usaha sebenarnya membutuhkan layanan yang mudah, cepat dan tidak berbelit belit.

Presiden Joko Widodo juga menyakini jika OSS Berbasis Resiko akan memberikan dampak signifikan bagi pergerakan ekonomi nasional maupun di daerah. Menurut Presiden, dengan OSS berbasis resiko ini akan mendorong lebih banyak wirausaha baru, mempercepat transformasi sektor informal menjadi sektor formal, dan yang paling penting akan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *