PPKM Darurat dan Yang Dimaksud Bidang Usaha Non Esensial

PPKM Darurat dan Yang Dimaksud Bidang Usaha Non Esensial

Dalam upaya memerangi Covid 19, pemerintah telah memberlakukan PPKM Darurat. Dalam PPKM Darurat diatur berbagai jenis bidang usaha yang diperbolehkan para pekerjanya tetap masuk kerja seperti biasa dan ada pula yang diatur sebagian masuk kerja. Selain itu ada jenis usaha yang pekerjanya diminta untuk seluruhnya bekerja dari rumah.

Dalam PPKM Darurat, pemerintah membagi sektor usaha menjadi non esensial, esensial, dan kritikal. Untuk sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staff Work from Office (WFO) dengan protokol kesehatan. Cakupan sektor esensial itu diantaranya adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina COVID-19, serta industri orientasi ekspor.

Sementara itu sektor yang tak esensial wajib memberlakukan 100% pekerja bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Usaha di bidang sektor kritikal diperbolehkan bekerja di kantor dengan 100 persen pegawai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sektor tersebut terdiri dari energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Namun sesungguhnya apa yang disebut sebagai sektor non esensial?

Mengutip Business Insider, sektor non esensial atau yang dalam bahasa Inggris disebut nonessential businesses, merupakan lingkungan bisnis atau usaha yang kurang penting atau sifatnya lebih mengarah pada rekreasi atau piknik.

Dikutip dari smallbiztrends, usaha di bidang non esensial umumnya merupakan jenis usaha yang menyediakan sesuatu di luar kebutuhan dasar seperti retail, hiburan atau rekreasi umum: Bar, restoran, dan klub malam, bioskop, Kasino, Gym dan studio kebugaran, Toko pakaian, Mal, Salon dan spa, tempat olahraga, Tempat seni, musik, dan acara Museum, dan Taman Hiburan

Sementara itu, sektor esensial adalah kegiatan usaha yang penting dan membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat luas dan masyarakat membutuhkannya setiap hari dan dibutuhkan selama masa pandemi Covid 19. Sebagai contoh adalah bank, apotek, penyedia jasa teknologi informasi serta komunikasi, dan lainnya.

Namun, juga ada kegiatan usaha yang masih menimbulkan silang sengketa apakah termasuk bisnis non esensial atau termasuk sektor usaha esensial? Diantaranya adalah: firma hukum atau organisasi bantuan hukum, organisasi yang memberikan bantuan untuk masyarakat miskin, kantor yang menyediakan sarana penunjang untuk sektor usaha esensial, tempat penitipan anak untuk orangtua yang bekerja di sektor esensial dan kritikal.

 

 

Mau ikut jadi Mediator Tersertifikasi? Segera ikut Pendidikan Mediator Bersertifikat (PMB) Kelas Online Angkatan V yang dimulai pada Desember 2022. Akreditasi dari Mahkamah Agung!

Segera daftarkan diri melalui ICJR Learning Hub!

Leave a Reply

Your email address will not be published.