Ragam Bentuk Pelecehan Seksual Dan Cara Menanganinya!

Ragam Bentuk Pelecehan Seksual Dan Cara Menanganinya!

Berbagai kasus mengenai pelecehan seksual semakin naik di permukaan dan beritanya pun sangat mudah didapatkan lewat media sosial. Meski terjadi juga di semua kalangan, namun Perempuan menjadi target yang paling banyak mengalami kasus pelecehan seksual. Pelecehan seksual nyatanya salah satu jenis dari kekerasaan seksual.

Per definisi pelecehan seksual adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan perbuatan seksual, tindakan lisan atau fisik atau isyarat yang bersifat seksual, atau perilaku lain apapun yang bersifat seksual, yang membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan dan/atau terintimidasi dimana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada, dan tindakan tersebut mengganggu kerja, dijadikan persyaratan kerja atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, bermusuhan atau tidak sopan.

Pelecehan seksual tidak hanya dilakukan dalam bentuk secara fisik. Banyak bentuk-bentuk pelecehan seksual lainnya yang sering terjadi. Yuk kenali berbagai bentuk-bentuk pelecehan seksual.

  1. Pelecehan fisik

Yang termasuk pelecehan secara fisik seperti sentuhan yang tidak diinginkan mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik atau menatap penuh nafsu.

  1. Pelecehan psikologis/emosional

Yang termasuk pelecehan psikologis atau emosional terdiri atas permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang terus menerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual.

  1. Pelecehan Gender

Perilaku ini berupa pernyataan seksis yang menghina atau merendahkan seseorang karena jenis kelamin yang dimilikinya. Contohnya, komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan, lelucon cabul atau candaan tentang seks.

  1. Penyuapan Seksual

Perilaku ini berupa permintaan aktivitas seksual dengan janji imbalan yang dilakukan secara terang-terangan. Misalnya seorang wanita/pria mengajak seorang anak melakukan hubungan intim dengan iming-iming uang, asalkan ia tidak memberitahukannya kepada orang lain.

Apabila mengalami salah satu bentuk pelecehan seksual lantas bagaimana menangani hal tersebut?

  1. Pastikan keselamatan diri

Jika Anda adalah korban, secepatnya pergi ke tempat yang aman. Jika Anda merasa tidak aman, pertimbangkan untuk menghubungi seseorang yang Anda percaya untuk memberi bantuan. Begitu pula jika Anda menyaksikan korban kekerasan seksual. Bawa ia menjauh ke tempat yang aman, jangan tinggalkan ia sendirian, dan tawarkan untuk menghubungi seseorang yang bisa ia percaya.

Setelah mengalami kekerasan seksual, Anda mungkin merasa takut, malu, bersalah, atau syok. Semua ini normal. Mungkin akan terasa menakutkan untuk mencoba terbuka dengan orang lain mengenai tindakan kekerasan tersebut, tapi penting untuk segera mendapatkan bantuan.

  1. Laporkan tindakan kekerasan seksual tersebut

Indonesia memiliki hukum yang sangat ketat dalam menindak perlakuan pelecehan seksual. Akan tetapi jangan takut untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila kamu mengalami pelecehan seksual tersebut, baik yang berupa sentuhan atau rabaan, hingga ketingkat pemaksaan. Kalau kamu merasa khawatir melaporkannya langsung kepada kepolisian, kamu bisa mengutarakannya terlebih dahulu kepada orang terdekat kamu, orang tua misalnya.

  1. Bicarakan dengan orang lain

Hubungi keluarga, kerabat, atau teman dekat yang bisa Anda percaya untuk mendukung dan menemani Anda selama menjalani keseluruhan proses penanganan tindakan kekerasan seksual.

Anda juga bisa berbicara dengan seorang konselor yang terlatih untuk menangani korban kejahatan seksual. Konseling dapat membantu Anda belajar bagaimana mengatasi dampak emosional dan fisik setelah mengalami trauma. Anda dapat menemukan konselor dengan menghubungi pihak rumah sakit, lembaga bantuan hukum lokal, lembaga bantuan korban, atau pusat krisis terdekat.

Begitulah penanganan yang bisa dilakukan apabila mendapatkan pelecehan seksual. Jangan takut untuk memberi tahukan kejadian yang dialami. Karena bukan korban yang harus disalahkan, namun korban harus dilindungi dan diperlakukan secara adil serta bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *