Ragam Cara yang Dapat Dilakukan Oleh Pelaku UMKM Untuk Melakukan Digitalisasi Bisnis

Ragam Cara yang Dapat Dilakukan Oleh Pelaku UMKM Untuk Melakukan Digitalisasi Bisnis

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM adalah suatu bentuk usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah UMKM mencapai 64 juta atau 99,9 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia. Bahkan berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) bulan Maret 2021, UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun dan UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa peran UMKM memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.

Secara umum, terdapat lima peran UMKM atau kontribusi UMKM terhadap perekonomian di Indonesia yakni:

  1. Sarana Pemerataan Tingkat Ekonomi Rakyat Kecil, UMKM berperan dalam pemerataan tingkat pereknomian rakyat sebab UMKM berada di berbagai tempat. UMKM bahkan menjangkau daerah yang pelosok sehingga masyarakat tidak perlu ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak.
  2. Sarana mengentaskan kemiskinan, UMKM berperan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan sebab angka penyerapan tenaga kerja yang tinggi.
  3. Sarana pemasukan Devisa bagi Negara, UMKM menyumbang devisa bagi negara sebab pasarnya tidak hanya menjangkau nasional melainkan hingga ke luar negeri.
  4. Pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB)
  5. Penyediaan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Namun Kementerian Koperasi UKM menyatakan bahwa dari seluruh UMKM yang terdata di Kemenkop UKM, dilaporkan sejumlah 56% UMKM mengaku mengalami penurunan pada hasil omzet penjualan akibat pandemi Covid-19, dengan adanya pandemic Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen secara radikal. Pola konsumsi barang dan jasa yang awalnya berlangsung secara tatap muka berubah menjadi daring (online), sehingga memaksa pelaku UMKM untuk menyesuaikan dengan kondisi dan bertransformasi secara digital.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UMKM, Eddy Satriya mengatakan saat ini sudah ada 15 juta UMKM yang melakukan digitalisasi bisnisnya, Ia juga optimis pada tahun 2024 sebanyak  30 juta UMKM telah digitalisasi. Oleh karena itu sebagai pelaku UMKM, Anda dapat melakukan digitalisasi bisnis Anda agar dapat bersaing di pasaran, selain itu mengutip dari salah satu ada beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan dengan melakukan digitalisasi bisnis.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi bisnis yaitu memiliki company profile, melakukan online advertising, menggunakan email marketing, menyelenggarakan webinar untuk berbagi mengenai informasi produk/jasa, melakukan pengelolaan website dan lain-lain. Dengan memanfaatkan digitalisasi ini, Pelaku UMKM dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan penjualan dan meningkatkan awareness bagi konsumen karena pelaku UMKM dapat memperbarui informasi mengenai produk secara rutin dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *