Ragam Jenis Kejahatan Siber

Ragam Jenis Kejahatan Siber

Pada Minggu (8/8/21) kemarin Tim Siber Bareskrim bersama Polda Sumbar menangkap pelaku yang melakukan peretasan terhadap situs Setkab RI. Pelaku mengaku sudah meretas 650 situs website yang rata-rata merupakan perusahaan dan situs pemerintah. Peretasan situs merupakan salah satu dari kejahatan yang dilakukan melalui komputer atau cybercrime. Dalam rangka mencegah terjadinya  kejahatan cyber di Indonesia, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan UU No. 11 Tahun 2008 dan UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE)

Cybercrime adalah kejahatan yang melibatkan komputer dan jaringan (network). Cybercrimes dapat didefinisikan sebagai pelanggaran yang dilakukan terhadap perorangan atau sekelompok individu dengan motif kriminal untuk secara sengaja menyakiti reputasi korban, atau menyebabkan kerugian fisik atau mental, atau kerugian kepada korban baik secara langsung maupun tidak langsung, menggunakan jaringan telekomunikasi modern seperti Internet dan telepon genggam (Bluetooth / SMS / MMS). Cybercrime dapat mengancam seseorang, keamanan negara atau kesehatan finansial, bahkan menurut Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) mengeluarkan prediksi yaitu kerugian serangan siber secara global yang mencapai 84.000 triliun pada 2021.

Cybercrime juga menjadi salah satu jenis kejahatan yang mengalami peningkatan cukup tinggi di masa pandemi ini, modus-modus yang dilakukan adalah pencurian data dan pembobolan rekening, selain itu jenis kejahatan cybercrime ini juga mempunyai beberapa bentuk, antara lain :

  1. Unauthorized Acces to Computer System and Service. Kejahatan ini terjadi saat seseorang menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer milik orang lain secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Probing dan port merupakan contoh kejahatan ini.
  2. Illegal Contents. Kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Salah satu contoh kejahatan ini adalah memuat berita bohong atau fitnah yang menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi, atau memuat informasi yang merupakan rahasia negara.
  3. Data Forgery. Kejahatan ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web data base.
  4. Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion. Kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata pada pihak lain. Kejahatan ini dilakukan dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage dan extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan kerusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer, atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.
  5. Data Theft. Kejahatan yang mengambil data komputer milik orang lain secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri atau digunakan untuk orang lain. Identity theft merupakan salah satu kejahatan yang diikuti dengan penipuan.
  6. Infringements of Privacy. Kejahatan ini biasanya ditujukan kepada keterangan pribadi seseorang pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized. Apabila diketahui orang lain, data ini dapat merugikan korban secara materiil maupun imaterial, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM.
  7. Cyber Terorism. Suatu tindakan cyber crime yang mengancam pemerintah atau warga negara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer. Contohnya, kasus Ramzi Yousef, dalang penyerangan pertama ke gedung WTC. Ramzi diketahui menyimpan detail seragam dalam file yang dienkripsi di laptopnya.
  8. Cracking. Kejahatan dengan menggunakan teknologi komputer yang dilakukan untuk merusak sistem keamanan suatu sistem komputer dan biasanya melakukan pencurian, tindakan anarkis begitu mereka mendapatkan akses. Biasanya kita sering salah menafsirkan antara seorang hacker dan cracker dimana hacker sendiri identik dengan perbuatan negatif, padahal hacker adalah orang yang senang memprogram dan percaya bahwa informasi adalah sesuatu hal yang sangat berharga dan ada yang bersifat dapat dipublikasikan dan rahasia.
  9. Yaitu kejahatan dengan menggunakan teknologi komputer untuk melakukan transaksi dengan menggunakan card credit orang lain sehingga dapat merugikan orang tersebut baik materiil maupun non materiil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *