Ragam Pilihan Karier Sarjana Hukum, Salah Satunya Menjadi DPO!

Kalau kuliahnya di Fakultas Hukum, pasti nanti jadi Advokat ya? Begitulah pernyataan yang sering didengar oleh para calon mahasiswa fakultas hukum ataupun mahasiswa fakultas hukum. Pernyataan itu tidak sepenuhnya salah, karena menjadi advokat adalah salah satu yang yang membuat para calon mahasiswa memilih melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum

Tak heran, jika setiap tahun tercatat ratusan sampai ribuan calon mahasiswa mendaftar di Fakultas Hukum yang ada di berbagai PTN dan juga PTS. Prospek karier Sarjana Hukum dan prestise yang tinggi menjadi daya tarik yang kuat setelah menyandang gelar Sarjana Hukum.

Fakultas Hukum dengan program studi Ilmu Hukum pada pokoknya mempelajari segala hal yang terkait dengan hukum. Belajar di fakultas hukum idealnya ditempuh selama 4 tahun atau delapan semester. Di fakultas hukum, para mahasiswa akan mempelajari tentang teori hukum, asas – asas hukum, peraturan yang berlaku dan juga mendalami dan mengkaji beberapa kasus hukum yang terjadi. Para mahasiswa hukum juga diajarkan untuk melakukan analisis serta memecahkan masalah hukum. Para mahasiswa hukum juga diminta untuk berpikir kritis untuk melihat sebuah isu hukum dari berbagai sudut pandang dan perspektif

Di berbagai kota besar, terutama di Jawa, pilihan karir sebagai Advokat telah menjadi top of mind dari para calon Sarjana Hukum. Namun untuk menjadi advokat juga masih harus menempuh Pendidikan Khusus Profesi Advokat, lulus dalam Ujian Profesi Advokat, dan juga melakukan magang advokat selama 2 tahun.

Selain menjadi advokat, pilihan karir lainnya adalah sebagai Hakim. Menjadi hakim adalah pilihan karir yang bisa ditempuh setelah memegang gelar Sarjana Hukum. Menjadi hakim adalah pilihan yang bergengsi karena tugas dan fungsi hakim adalah memimpun, memeriksa, dan memutus setiap perkara hukum yang ada di Pengadilan. Hakim juga bisa membuat hukum baru, jika aturan yang ada belum diatur atau belum ada.

Dengan tanggung jawab yang besar, Hakim tentu dituntut untuk memiliki kredibilitas yang tinggi dan pengetahuan yang luas di bidang hukum. Hakim juga dituntut untuk tidak tergoda dengan berbagai tindakan menyimpang seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pilihan lain setelah menyandang gelar Sarjana Hukum adalah menjadi Mediator. Tentu saja anda bisa menjadi Mediator cum Advokat. Saat ini untuk menjadi mediator yang terampil telah muncul profesi yang dinamakan Certified Mediator atau Mediator yang tersertifikasi. Untuk menjadi mediator yang tersertifikasi, anda perlu mengikuti Pelatihan Mediator Bersertifikat. Sebagai juru damai dalam sebuah sengketa hukum, mediator memiliki peran penting yaitu membantu dan memfasilitasi para pihak yang bersengketa menemukan solusi dari sebuah sengketa yang dapat disepakati bersama.

Profesi lain yang perlu anda pikirkan setelah menyandang gelar Sarjana Hukum adalah menjadi peneliti hukum. Anda dapat memulai karir sebagai peneliti hukum di lembaga pemerintahan ataupun di lembaga penelitian seperti ICJR atau Elsam.

Selain  4 profesi sebelumnya, seseorang yang memegang gelar Sarjana Hukum juga dapat memilih karier sebagai in house counsel. In house counsel banyak istilah lain yang digunakan seperti corporate counsel, legal officer, legal staff atau staf bagian hukum. In house consel atau staf hukum perusahaan memiliki tugas yang tak kalah penting. Ia wajib merancang serta menerapkan berbagai aturan di perusahaan serta memastikan perusahaan tersebut memenuhi segala peraturan yang berlaku terkait bisnis dari perusahaan.

Nah, pilihan karir baru bagi Sarjana Hukum adalah bekerja sebagai Data Protection Officer (DPO). DPO adalah pilihan karir yang lumayan baru mengingat munculnya beragam isu terkait perlindungan data pribadi yang kerap menjadi perbincangan di era digital. Perkembangan teknologi yang dinamis menjadikan DPO memiliki peran yang penting. DPO adalah pejabat yang memiliki tanggungjawab untuk melakukan penilaian, perlindungan, pertahanan tata kelola, dan pemberian tanggapan terhadap perlindungan data.

Jadi jalur karir mana yang hendak anda tempuh?

Butuh memiliki tempat usaha yang resmi dan prestisius? Anda dapat menggunakan virtual office atau kantor virtual sebagai tempat bisnis resmi anda. Tersedia di 5 lokasi di Jakarta, segera temukan kantor virtual yang cocok untuk bisnis anda

Segera minta penawaran terbaik di BukaUsaha by NgertiHukum.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.