Saat Bendera Putih Mulai Berkibar

Saat Bendera Putih Mulai Berkibar

Bendera Putih secara internasional diakui sebagai tanda pelindung untuk permintaan gencatan senjata ataupun negosiasi. Bendera putih juga dikenal  secara luas sebagai tanda penyerahan diri. Konvensi Den Haag 1899 dan 1907 memasukkan klausula tentang bendera putih ini

CHAPTER III — On Flags of Truce

Article 32

An individual is considered a parlementaire who is authorized by one of the belligerents to enter into communication with the other, and who carries a white flag. He has a right to inviolability, as well as the trumpeter, bugler, or drummer, the flag-bearer, and the interpreter who may accompany him.

Sebagai sebuah tanda untuk negosiasi, bendera putih juga sempat dikibarkan pada masa Operasi Gagak ataupun yang dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II. Saat pasukan Belanda menyerang Jogjakarta dan mengepung Istana Kepresidenan, di dekat Keraton Yogya. Sersan Vermeer melemparkan granat tangan ke arah istana. Tak lama kemudian, seseorang keluar dari dalam istana dan mengibarkan bendera putih.

Terhadap peristiwa ini, A.H. Nasution sempat menuliskannya

“Memang cukup mengecewakan berita-berita yang masuk ke daerah gerilya, terutama tentang kejadian di Istana dan lain-lain di tempat resmi. … Pembesar Republik yang tertinggi keluar dengan pembawa bendera putih dan kemudian ditawan Belanda. … Sukarno minta dijamin keselamatan dirinya, anggota-anggota kabinet, dan keluarganya, serta pembantu-pembantunya, dan berjanji tidak akan meninggalkan Istana.”

Namun bendera putih kali ini menjadi istimewa, karena dikibarkan pada saat penerapan PPKM Level 4. Di Serang, sekitar 30 bendera putih dipasang di pohon dan lapak tempat para PKL berjualan. Para pedagang ini mengaku penghasilannya menurun bahkan hingga Rp 10 ribu perhari.

Sementara itu di Tegal, puluhan pedagang kaki lima juga mengibarkan bendera putih. Pemasangan bendera putih ini, menurut Slamet Riyadi, Ketua Paguyuban Lesehan dan Pedagang Kaki Lima Jalan Ahmad Yani, adalah tanda bahwa para PKL sudah tidak sanggup menghadapi berbagai pembatasan kegiatan yang berdampak pada terpuruknya kondisi perekonomian.

Sementara itu di Bandung, pengusaha café dan restoran dikabarkan akan mengibarkan bendera putih sejak hari ini, Kamis 29 Juli 2021 hingga Jumat 30 Juli 2021. Aksi pengibaran bendera putih, menurut Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Gan Bonddilie, menandakan bahwa pelaku usaha sudah menyerah dengan kondisi saat ini.

Aksi pengibaran bendera putih ini tidak hanya terjadi kali ini, namun sebelumnya juga sudah terjadi di berbagai tempat seperti Rangkasbitung, Lebak, Bandung, kawasan Pasar Tanah Abang, hingga daerah Ampel di Surabaya, Jatim.

Tentu saja bendera putih yang dikibarkan ini berbeda dengan lagu White Flag yang sempat dipopulerkan oleh Dido.

“But I will go down with this ship
And I won’t put my hands up and surrender
There will be no white flag above my door
I’m in love and always will be”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *