SAI Minta Kementrian Kesehatan Segera Buka Peluang Pemanfaatan Ganja Medis di Indonesia

Potensi pemanfaatan ganja untuk kepentingan pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan mendorong berbagai kajian terhadap kandungan ataupun senyawa yang ada dalam ganja. Selain itu pemerintah juga perlu mempersiapkan prosedur dalam penggunaan ganja untuk pelayanan kesehatan.

Seruan ini disampaikan oleh Solidaritas Advokat Indonesia (SAI), salah satu organisasi advokat yang ada di Indonesia.

Menurut Iki Dulagin, Ketua Umum PP SAI, pemeritah perlu membuka diri dan meminta pendapat dari berbagai ahli dari beragam disiplin ilmu pengetahuan serta dari kelompok – kelompok masyarakat yang mendorong pemanfaatan narkotika golongan I untuk kepentingan pelayanan kesehatan.“Pemanfaatan ganja bagi kepentingan medis perlu dipertimbangkan secara serius mengingat banyak kelompok masyarakat, khususnya orang-orang tertentu yang memiliki penyakit dan salah satu obat yang direkomendasikan untuk menyembuhkan penyakit tersebut adalah ganja.” ujar Iki

Iki juga merujuk pada rekomendasi Komisi PBB untuk Narkotika yaitu CND (the UN Commission on Narcotic Drugs) yang telah menyelenggarakan pemungutan suara atau voting terhadap beberapa rekomendasi WHO terkait perubahan sistem penggolongan (scheduling) narkotika khususnya untuk ganja dan turunannya.

Menurut Iki, salah satu rekomendasi yang disetujui oleh mayoritas anggota yaitu dihapuskannya cannabis dan cannabis resin (ganja dan getahnya) dari Golongan IV Konvensi Tunggal Narkotika 1961.

“Padahal Sebelumnya, ganja dan turunannya ditempatkan pada Golongan I dan Golongan IV. Berdasarkan ketentuan Kovensi Tunggal Narkotika 1961, narkotika yang berada dalam Golongan IV hanya memiliki manfaat medis yang terbatas namun tingkat ketergantungan dan potensi penyalahgunaannya sangat tinggi sehingga termasuk dalam subyek kontrol yang paling ketat jika dibandingkan dengan narkotika Golongan I sampai Golongan III.” ungkap Iki

Dalam kesempatan yang sama Ronald Siahaan, Sekretaris Jenderal PP SAI menjelaskan jika dengan dikeluarkannya ganja dan getahnya dari Golongan IV, maka saat ini ganja tidak lagi dipersamakan dengan heroin atau opioid yang memiliki ancaman resiko tertinggi hingga menyebabkan kematian.

“Bahkan sebaliknya, manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari tanaman ganja semakin diakui yang dibuktikan dari hasil penelitian dan praktik-praktik pengobatan ganja medis di berbagai negara, baik dalam bentuk terapi, pengobatan gejala epilepsi, dan lain-lain.” jelas Ronald

Langkah yang diambil PBB ini, menurut Ronald, cukup berpengaruh terhadap posisi ganja dalam kebijakan narkotika secara internasional sehingga tidak lagi menjadi penghalang untuk perkembangan ilmu pengetahuan maupun untuk pemanfaatannya dalam dunia medis.

Wahyu Wagiman, anggota PP SAI juga menunjuk pengalaman Thailand dalam mengatur pemanfaatan ganja.  Sebagai Negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan penggunaan ganja bagi kepentingan medis dan industry, pemerintah telah mengatur jika warga negara Thailand dapat menanam ganja hingga enam pohon setelah sebelumnya mendaftar kepada pihak yang berwenang. Demikian juga dengan perusahaan yang dapat menanam tanaman tersebut dengan izin.

“Akan tetapi, Pemerintah Thailand menerapkan hukuman yang sangat keras terhadap pengguna yang ketahuan mabuk di depan umum dan menyebabkan gangguan.” Ujar Wahyu.

Sampai dengan saat ini, menurut Wahyu, sudah ada 50 (lima puluh) negara yang telah mengatur secara terbatas pemanfaatan ganja untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

Iki juga meminta agar pemerintah secara terbuka membahas potensi pemanfaatan ganja medis di dalam negeri. Hasil pembahasan ini perlu ditindaklanjuti dengan menerbitkan regulasi yang memungkinkan penggunaan ganja untuk kepentingan medis

“Pemerintah dan DPR juga perlu memperbarui dan melakukan perubahan-perubahan secara bertahap terhadap kebijakan-kebijakan yang terkait narkotika yang berbasiskan bukti (evidence-based policy).” tutup Iki Dulagin

Mau membuat perjanjian, pernyataan, ataupun dokumen hukum lainnya tanpa repot dan gratis? Anda dapat membuat beragam dokumen hukum untuk berbagai keperluan pribadi anda.

Segera kunjungi DokumenHukum.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.