Sebanyak 224 Situs Nonton Film Ilegal Ditutup Karena Melanggar Hak Cipta

Sebanyak 224 Situs Nonton Film Ilegal Ditutup Karena Melanggar Hak Cipta

Film adalah sebuah media komunikasi yang sangat popular dan marak di zaman modern saat ini, terdapat berbagai macam film dengan perspektif yang berbeda-beda, baik sebagai media edukasi, seni, serta industri pada media massa. Adanya perkembangan di dunia teknologi komunikasi dan informasi, memunculkan inovasi baru yaitu setiap orang dapat menonton film melalui situs nonton film on demand.

Namun, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Syafruddin mengungkapkan pada 2019 sebanyak 66 situs nonton film illegal telah ditutup, sementara pada 2020 sebanyak 148 situs dan pada 2021 ini pemerintah telah menutup sebanyak 224 situs nonton film illegal. Ini menunjukkan pembajakan dalam bidang karya sinematografi makin sering terjadi pada situs online dikarenakan karya tersebut tidak dapat dinikmati oleh semua kalangan. Hal ini dikarenakan harga tiket bioskop atau VCD/DVD asli tersebut di patok dengan harga mahal. Ditambah lagi pada saat ini akses internet membuat masyarakat dengan mudah menonton karya tersebut dimanapun dan kapanpun dengan hanya bermodalkan internet atau kuota internet yang mereka beli.

Padahal sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman menyatakan bahwa film merupakan karya cipta seni budaya yang merupakan pranata social dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan. Sebagai sebuah karya cipta, film merupakan kekayaan intelektual dan melekat pada diri Pencipta. Artinya sesuai dengan UU Hak Cipta terdapat hak eksklusif yang dimiliki oleh Pencipta yaitu hak ekonomi dan hak moral.

Situs nonton film illegal ini dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta, karena terdapat beberapa bentuk tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku pembajakan terhadap sinematografi, yaitu:

  1. Mengunggah cuplikan adegan dari suatu karya sinematografi
  2. Mengunggah karya sinematografi hasil pembajakan ke situs yang dipasangi iklan
  3. Mengunggah karya sinematografi hasil pembajakan ke situs tidak resmi
  4. Mengunggah parodi dari suatu adegan karya sinematografi

Selain itu, hak-hak yang dilanggar ialah:

  1. Hak ekonomi:

Merupakan hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan. Misalnya seperti penggandaan, pendistrisibusian, komersialiasi ciptaan, pentransformasian, dan lain-lain

  1. Hak moral:

Merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri pencipta. Misalnya seperti Distorsi/mutilasi ciptaan, pengubahan ciptaan, modifikasi ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya.

Selain itu, dengan adanya situs nonton film illegal ini menyebabkan beberapa kerugian yang dialami oleh beberapa pihak, meliputi:

  1. Terjadinya pelanggaran hak yang dimiliki oleh Pencipta atau Pemegang hak cipta;
  2. Terdapat beberapa situs yang menyebarkan malware kepada penggunanya;
  3. Rendahnya penerimaan atau pendapatan negara melalui pajak penghasilan dari hak cipta;
  4. Film bajakan belum tentu mendapatkan tanda lulus sensor dari Lembaga Sensor Film;
  5. Dapat menciptakan iklim hubungan internasional yang kurang sehat, khususnya berkaitan dengan hak cipta.

Oleh karena itu sebagai penggemar film, untuk menghargai dan meningkatkan kesadaran HKI yang terdapat pada film, ada baiknya Anda mengenal PPKM Streaming: Protocol Pertama Kalo Mau Streaming. Selain itu Anda juga dapat belajar mengenai Proteksi HKI dalam Sinematografi dan aneka HKI dalam Film Dokumenter.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *