Sejumlah Cara Etis Untuk Memasarkan Jasa Hukum

Sejumlah Cara Etis Untuk Memasarkan Jasa Hukum

Dengan jumlah kantor hukum yang semakin banyak, maka diperlukan strategi agar sebuah firma hukum dapat berkembang. Meski seorang Advokat pada dasarnya terikat dengan larangan beriklan, namun ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan oleh Firma Hukum untuk memasarkan jasa hukumnya.

David Tobing menjelaskan beberapa strategi “pemasaran” yang dapat dilakukan oleh Firma Hukum. Namun ia juga mengingatkan agar setiap Advokat berpatokan oada ketentuan Pasal 8 huruf b Kode Etik Advokat Indonesia yang menegaskan jika pemasangan iklan semata-mata untuk menarik perhatian orang adalah dilarang termasuk pemasangan papan nama dengan ukuran dan/atau bentuk yang berlebih-lebihan. Beberapa contoh dari iklan yang dilarang, menurut David, jika ada pemberitahuan tarif jasa hukum ataupun malah memberi janji – janji kemenangan

Dalam Talkshow yang digelar oleh ICJR Learning Hub pada Kamis 12 Agustus 2021, David Tobing menjelaskan beberapa hal penting yang bisa dipelajari untuk melakukan “pemasaran” jasa hukum dari sebuah Firma Hukum. Pertama dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dengan memanfaatkan berbagai sarana teknologi, maka pesan yang dikirimkan akan lebih cepat, lebih luas, dan lebih transparan. Namun dalam melakukan pemasaran, ada rambu – rambu dalam UU Perlindungan Konsumen yang tetap perlu diperhatikan seperti tidak menggunakan kata-kata yang bombastis, menjamin, atau menjanjikan sesuatu yang tidak pasti. Selain itu menurut David, seorang Advokat atau Firma Hukum sedapat mungkin memiliki spesialisasi atau kekhususan pada bidang-bidang hukum tertentu, misalnya bidang hukum keluarga, hubungan industrial, perlindungan konsumen, atau pertambangan.

Untuk memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal, firma hukum juga perlu memaksimalkan website kantornya dengan menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO). Gunanya adalah agar klien dapat mendapatkan informasi mengenai suatu firma hukum dengan mudah.

Yang tak kalah penting lagi menurut David adalah firma hukum harus selalu mengikuti regulasi atau peraturan yang ada, sehingga saat melakukan branding ke Kementerian, BUMN atau perusahaan multinasional dapat memenuhi persyaratan pada mengikuti tender pengadaan konsultan hukum.

Ia juga berbagi tips agar suatu firma hukum dapat berkembang. Misalnya ada baiknya firma hukum memiliki perencanaan sejak dini agar kantor hukum dapat terus beroperasi dalam jangka panjang. Ia juga mengingatkan agar tidak lupa untuk melakukan pro bono, dan terus meningkatkan pengetahuan dengan lebih banyak belajar, dan terakhir David berpesan agar setiap advokat untuk mencari kebenaran karena ketenaran akan mengikuti, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *