Sekali lagi soal Advokat Curang dalam RKUHP

Sekali lagi soal Advokat Curang dalam RKUHP

No Comments

Formulasi advokat curang dalam RKUHP ternyata terus menuai polemik. Calon perbuatan jahat yang diatur dalam RKUHP dinyatakan dalam ketentuan Pasal 282 dan Pasal 515 RKUHP. Dinyatakan dalam Pasal 282 RKUHP

“Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V advokat yang dalam menjelankan pekerjaanya secara curang:

  1. mengadakan kesepakatan dengan pihak lawan klien, padahal mengetahui atau sepatutnya menduga bahwa perbuatan tersebut dapat merugikann kepentingan pihak kliennya; atau

  2. mempengaruhi panitera, panitera pengganti, juru sita, saksi, juru bahasa, penyidik, penuntut umum, atau hakimm dalam perkara, dengan atau tanpa imbalan.”

Sementara itu, disebutkan dalam Pasal 515 RKUHP

“Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III:

  1. advokat yang memasukkan atau meminta memasukkan dalam surat gugatan atau permohonan cerai atau permohonan pailit, keterangan tentang tempat tinggal atau kediaman tergugat atau debitur, padahal diketahui atau patut diduga bahwa keterangan tersebut bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya; atau

  2. suami atau istri yang mengajukan gugatan atau permohonan cerai yang memberikan keterangan yang bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya kepada advokat sebagaimana dimaksud pada huruf a.

  3. kreditur yang mengajukan permohonan pailit yang memberikan keterangan yang bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya kepada advokat sebagaimana dimaksud pada huruf a.”

Kedua norma ini sejak awal telah menjadi 14 pasal yang dianggap krusial oleh pemerintah dan juga DPR. DPR bahkan bertekat hanya akan membahas pasal-pasal yang krusial dari hasil sosialisasi yang dilakukan pemerintah.

Di 2019, Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI), Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) telah menyatakan tanggapannya terkait ketentuan pemidanaan terhadap advokat ini, Menurut mereka seharusnya, pemerintah dan DPR mengatur pembatasan kekuasaan dari potensi penyalagunaan kekuasaan kehakiman (contempt of power) bukan mengatur pemidanaan terhadap profesi advokat (contempt of court).

ICJR dan Aliansi Nasional Reformasi KUHP juga sempat menyoroti ketentuan advokat curang yang masuk dalam bagian Contempt of Court. Menurut mereka pengaturan secara khusus mengenai Contempt of Court dalam R KUHP tidak diperlukan, karena sistem peradilan di Indonesia yang menganut sistem non adversarial model dan dalam sistem peradilan yang dianut di Indonesia, hakim memiliki kekuasaan yang sangat besar dalam memeriksa dan mengadili suatu perkara.

Ketua Umum PERADI SAI dan juga Ketua umum PERADI RBA juga menyoroti pengaturan advokat curang. Menurut Juniver Girsang, Ketua Umum PERADI SAI, menilai rumusan Pasal 282 RKUHP ini sudah diatur dalam UU Advokat dan putusan MK. Sementara itu Luhut MP. Pangaribuan, Ketua Umum PERADI RBA, menilai pasal pemidanaan bagi advokat curang adalah contoh bahwa RUU KUHP  telah over kriminalisasi.

Salah satu pakar hukum dari Universitas Borobudur, Faisal Santiago, bahkan merespon ketentuan advokat curang ini dengan meminta agar terdapat ketentuan pemidanaan polisi yang salah tangkap ke dalam Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Pendapat ini juga diamini oleh Dr. Jawade Hafidz, S.H., M.H, dari Unissula Semarang yang mempertanyakan ancaman pidana yang hanya berlaku terhadap advokat. Menurutnya Ancaman pidana bagi advokat yang berbuat curang seharusnya wacana ini diperluas terhadap penegak hukum lainnya, atau tidak hanya profesi advokat.

About us and this blog

We are a digital marketing company with a focus on helping our customers achieve great results across several key areas.

Request a free quote

We offer professional SEO services that help websites increase their organic search score drastically in order to compete for the highest rankings even when it comes to highly competitive keywords.

Subscribe to our newsletter!

More from our blog

See all posts
No Comments
Share