Sekarang Cuma Perlu Sertifikat Vaksin Untuk Naik @CommuterLine

Sekarang Cuma Perlu Sertifikat Vaksin Untuk Naik @CommuterLine

PT KAI Commuter mulai memberlakukan sertifikat vaksin sebagai syarat untuk menggunakan layanan KRL yang dimulai hari ini (8/9/2021). Ketentuan ini telah sesuai dengan Surat Edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 tertanggal 6 September 2021.

Namun, PT KAI Commuter masih memberlakukan masa sosialisasi hingga 10 September 2021 sehingga syarat dokumen perjalanan berupa STRP dan surat keterangan lainnya masih dapat diterima, ungkap Anne Purba, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Sertifikat vaksin dapat diperlihatkan kepada petugas melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto. Petugas juga akan meminta calon penumpang untuk menunjukkan KTP atau identitas lainnya untuk dicocokkan dengan sertifikat vaksin. Sertifikat vaksin yang diterima adalah sekurang-sekurangnya sertifikat vaksin dosis pertama.

Jika menggunakan aplikasi PeduliLindungi, maka para penumpang diminta untuk mengunduh aplikasi tersebut sebelum tiba di stasiun dan memastika aplikasi pada ponsel dapat berfungsi normal. Untuk selanjutnya para calon penumpang dapat memindai kode QR di area masuk stasiun dengan aplikasi untuk melakukan cek in.

Sertifikat vaksin sebagai syarat menggunakan KRL berlaku untuk KRL Commuter Line Jabodetabek, KRL Yogyakarta – Solo, KA Prambanan Ekspres (Kutoarjo – Yogyakarta PP), dan KA Lokal yang dioperasikan oleh KAI Commuter.

Para penumpang yang belum divaksin karena alasan medis misalnya para penyintas Covid-19 dapat menunjukkan surat keterangan resmi dari dokter di Puskesmas maupun Rumah Sakit mengenai kondisinya.

KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan penggunaan masker ganda, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum maupun sesudah naik kereta. Selain itu penumpang diminta tidak berbicara saat berada di dalam kereta.

Sementara penumpang lansia dan penumpang dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 – 14:00 atau di luar jam-jam sibuk. Anak balita tidak diizinkan naik KRL.

Para pelajar yang belum masuk usia vaksinasi tetap dapat menggunakan KRL dengan menunjukkan surat keterangan dari sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

“Meskipun ada perubahan syarat perjalanan ini, kami mengajak penumpang untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan dan seluruh aturan yang berlaku dan sebisa mungkin tetap memaksimalkan aktivitas dari rumah,” pungkas Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *