Serba – Serbi Soal Warteg

Serba – Serbi Soal Warteg

Adakah orang yang tinggal di Jabodetabek yang tidak mengenal Warteg? Warteg atau Warung Tegal adalah salah satu jenis tempat makan yang paling umum dijumpai dan digemari oleh banyak kalangan. Penyebabnya karena harganya yang terjangkau, jenis makanan yang beragam, dan cita rasa yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan dan etnis.

Menemukan warteg tidaklah sulit. Anda bisa menemukannya di hampir setiap sudut kota. Konon, saking tenarnya, Warteg juga bisa ditemui di berbagai Negara, diantaranya adalah Jepang, Philadelphia – Amerika Serikat, Gwangju – Korea Selatan, Belanda, dan bahkan Arab Saudi.

Berawal dari pemindahan ibukota Indonesia yang asalnya dari Yogyakarta ke Jakarta dan dibarengi pembangunan infrastruktur Jakarta yang sangat pesat di masa pemerintahan Presiden Soekarno ternyata juga membawa arus urbanisasi. Sebagian besar pekerja di berbagai proyek infrastruktur di Jakarta berasal dari Tegal. Mereka bekerja sebagai buruh bangunan dan umumnya juga memboyong istrinya ke Jakarta.

Untuk membantu para suami, para istri tersebut lalu membuka usaha makanan. Dengan bangunan seukuran 3 x 3 meter dan bercat biru, warteg mulai dikenal dan berkembang di hampir setiap sudut kota Jakarta. Dengan kombinasi menu yang bervariasi dan harga yang terjangkau oleh para pekerja proyek, menjadikan warteg tempat makan andalan para pekerja proyek.

Tapi jangan salah, warteg tak selamanya identik dengan harga terjangkau. Warteg Gang Mangga malah dikenal sebagai Warteg termahal di Jakarta. Warteg ini sering masuk review makanan dari para selebgram dan sudah menerapkan pembayaran digital.

Nah, jika anda melirik kemungkinan membuka usaha Warteg, ada beberapa cara yang dapat ditempuh. Misalnya dengan menggunakan model kemitraan waralaba atau franchise. Biayanya juga lumayan terjangkau mulai dari 5,5 juta belum biaya sewa tempat dan biaya operasional yang dibutuhkan.

Jika anda hendak membangun usaha warteg secara mandiri, perkiraan modal yang dibutuhkan mulai dari 10 juta rupiah dan ini belum termasuk biaya sewa tempat dan biaya operasional yang dibutuhkan.

Sebelum membuka usaha warteg, pastikan beberapa hal berikut untuk menarik pelanggan ke warteg anda, misalnya:

Usahakan warteg anda berada di lokasi strategis, ramai, dan mudah dikunjungi. Misalnya warteg anda berada di dekat wilayah perkantoran, kampus, perumahan, pabrik, dan berbagai tempat ramai lainnya.

Upayakan fasilitas yang cukup baik. Fasilitas ini tentu saja harus disesuaikan dengan target pasar dari warteg yang ingin anda dirikan. Jika target pasar anda menyasar segmen tertentu, maka sediakan fasilitas penunjang agar warteg anda ramai dikunjungi pelangan

Meski ciri khas menu warteg adalah kentang balado, ayam, sayur lodeh, dll, namun ada baiknya anda membuat variasi menu dari calon warteg anda. Variasi menu ini tentu lagi – lagi mempertimbangkan target konsumen yang ingin anda bidik saat anda membuka warteg.

Terakhir, jangan lupa untuk memberi nama warteg anda. Dan upayakan memberikan perlindungan merek bagi warteg anda sedini mungkin. Jika warteg anda berkembang, anda bisa mempertahankan dan melisensikan merek warteg anda.

Featured Images berasal dari Veriyanta Kusuma, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons. Perubahan gambar dilakukan seperlunya untuk ditampilkan di situs ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *