Unit Usaha PT ANTAM Tbk Digugat Rp 292 Miliar, Kok Bisa?

Unit usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yaitu Logam Mulia Refinery Business Unit telah digugat sejumlah Rp 292 miliar lebih. Adapun gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara 25/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN Niaga Jkt.Pst yang diajukan oleh Arie Indra Manurung melalui kuasanya yaitu Fahrudin, S.H.

Adapun isi petitum yang diajukan oleh Penggugat ialah:

  1. Menyatakan Penggugat sebagai pihak yang pertama kali menciptakan sistem investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang disebut “Goldgram”;
  2. Menyatakan investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang disebut dengan “Brankas LM” yang dikeluarkan oleh Tergugat merupakan Pelanggaran Hak Cipta atas Ciptaan Milik Penggugat yaitu sistem investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang disebut “Goldgram”
  3. Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Penggugat baik kerugian materiil maupun kerugian imateriil sebagai berikut: Kerugian Materiil sebesar Rp. 192.381.175.000 (seratus sembilan puluh dua milyar tiga ratus delapan puluh satu juta seratus tujuh puluh lima ribu Rupiah),
    Kerugian Immateriil 100.000.000.000 (seratus milyar Rupiah);
  4. Menghukum Tergugat untuk menghentikan dan/atau menutup investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang disebut dengan “Brankas LM” setelah putusan diucapkan;

Sesuai dengan petitum di atas dapat kita simpulkan bahwa ini adalah perkara hak cipta. Dimana sistem investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang digunakan oleh PT Antam diduga melanggar hak cipta yang dimiliki oleh si Penguggat.

Apa itu yang dimaksud dengan hak cipta?

Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang dimaksud dengan hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perlu digaris bawahi berdasarkan pengertian hak cipta sesuai dengan UU Hak Cipta tertulis jelas bahwa hak cipta ini timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif. Dimana arti dari prinsip deklaratif sendiri adalah perlindungan hak cipta timbul secara langsung setelah ciptaan tersebut diwujudkan meskipun tidak dilakukan pencatatan hak cipta ke DJKI.

Karena itu untuk menghindari persoalan hukum yang timbul di masa depan maka yang dapat anda lakukan untuk melindungi karya anda secara lebih baik adalah dengan melakukan pencatatan hak cipta di DJKI, karena dengan Anda melakukan pencatatan hak cipta artinya hak cipta Anda dilindungi oleh negara seumur hidup ditambah 70 (tujuh puluh) tahun setelah meninggal. Selain itu dengan tercatatnya hak cipta, Negara juga turut melindungi hak ekonomi dan hak moral pemilik hak cipta.

Tunggu apalagi? Yuk! segera lindungi ciptaanmu dengan mencatatkan hak cipta melalui CekHKI! Kalau masih ragu, anda juga berkonsultasi dengan untuk bertanya segala hak tentang kekayaan intelektual

Mau bisnis anda naik kelas? Segera resmikan usaha anda dengan PT Perorangan! Mulai dari IDR 500 ribu, anda sudah dapat mendirikan PT Perorangan dan menjalankan usaha anda tanpa kuatir.

Segera  resmikan bisnis anda di BukaUsaha by NgertiHukum.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.