Usai Mediasi, Massa Aksi Calon Pekerja Migran Bubar dari Kemenaker

Usai Mediasi, Massa Aksi Calon Pekerja Migran Bubar dari Kemenaker

Pada Senin (18/10/2021), ribuan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melakukan aksi long march dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menuju Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Azis Yurianto, Ketua Koordinator Aksi menjelaskan bahwa tuntutan yang dibawa oleh CPMI adalah menuntut pemerintah membuka kembali program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan dan menuntut kejelasan terkait penempatan mereka di Korea Selatan dan Taiwan. Massa aksi ini bubar setelah dilakukan mediasi, dimana CPMI menyampaikan tuntutan mereka dan diterima secara langsung oleh Dirjen Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemenaker.

Kenapa Mediasi?

Mediasi adalah satu diantara sekian banyak Alternatif Penyelesaian Sengketa atau biasa dikenal dengan istilah Alternative Dispute Resolution. Mediasi dapat dilihat sebagai salah satu bentuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan (non litigasi) atau dapat juga berwujud mediasi peradilan (Court Mediation). Mediasi merupakan suatu prosedur penengahan di mana seseorang bertindak sebagai penengah untuk berkomunikasi antara para pihak yang bersengketa, sehingga pandangan mereka yang berbeda atas sengketa tersebut dapat dipahami dan dimungkinkan didamaikan. Mediasi yang melahirkan kesepakatan perdamaian akan menjadi penyelesaian yang tuntas karena hasil akhirnya menggunakan prinsip win-win solution.

Setidaknya Mengutip pada ada 5 keuntungan apabila Anda melakukan mediasi untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi. Selain dari 5 keuntungan tersebut, beberapa sisi positif melakukan mediasi adalah para pihak yang bersengketa merasa memiliki putusan mediasi yang telah tercapai dan cenderung akan melaksanakan hasil kesepakatan dengan baik. Hasil dari mediasi juga dapat digunakan sebagai dasar bagi para pihak yang bersengketa untuk melakukan perundingan-perundingan ataupun negosiasi diantara mereka sendiri jika suatu saat dibutuhkan bila timbul sengketa yang lain diantara para pihak yang bersengketa tanpa perlu melibatkan mediator. Selain itu, dapat dilakukan kajian yang lebih mendalam dengan informasi dan data yang diberikan oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Pada akhirnya kajian ini dapat lebih bersifat objektif karena didasarkan pada informasi dan kepentingan dari kedua belah pihak.

Langkah menjadi mediator

Nah, tahukah kamu bahwa pihak yang melakukan mediasi dinamakan sebagai Mediator. Mediator adalah pihak ketiga yang bersifat netral yang membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Siapa saja yang bisa menjadi Mediator?

Mediator adalah hakim atau pihak lain yang memiliki sertifikat mediator sebagai pihak netral. Dalam hal ini, Tugas mediator ialah secara aktif membantu para pihak dalam memberikan pemahaman yang benar tentang sengketa yang mereka hadapi dan memberikan alternatif solusi yang terbaik bagi penyelesaian sengketa tersebut. Prinsip ini, dengan demikian menuntut mediator adalah orang yang memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang bidang-bidang terkait yang dipersengketakan oleh para pihak.

Tertarik menjadi mediator?

Tertarik mendalami profesi sebagai juru damai a.k.a mediator? ICJR Learning Hub membuka kelas sertifikasi Pendidikan Mediator Bersertifikat (PMB). PMB yang diadakan oleh ICJR Learning Hub ini memiliki kurikulum yang lengkap dengan metode belajar yang lebih menekankan pada praktik – praktik terbaik dalam melakukan mediasi.

Dengan mengikuti PMB, anda akan membuka jalan untuk menjadi mediator yang professional ataupun menggunakan berbagai teknik mediasi untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *