Vaksin Booster Dahulu, Pergi Mudik Kemudian

Kabar baik untuk masyarakat Indonesia yang merantau dan ingin kembali ke kampung halaman saat momen Hari Raya Idul Fitri. Setelah dua tahun absen, pemerintah di tahun 2022 ini akhirnya memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik ke kampung halaman di untuk merayakan Lebaran. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi pers (23/03) yang dilakukan secara daring. “Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga dipersilakan, juga diperbolehkan,” tutur Jokowi.

Mudik sendiri tidak bisa lepas dari budaya masyarakat Indonesia. Momen silaturahmi dan bermaaf-maafan saat lebaran yang hanya terjadi satu tahun sekali (walaupun pada sejarahnya pernah terjadi dua kali), dimanfaatkan masyarakat Indonesia, tidak hanya umat muslim, untuk mengunjungi sanak saudara di kampung halaman.  Seluruh moda transportasi baik darat, laut, dan udara biasanya dipenuhi pemudik dengan berbagai barang bawaan, ke berbagai tujuan di Indonesia.

Namun semenjak hadirnya virus Covid-19, otomatis menghentikan aktivitas mudik ke kampung halaman. Himbauan untuk jaga jarak, kurangi bepergian ke luar rumah, membuat dua kali momen lebaran di Indonesia harus dilakukan secara daring via aplikasi meeting online atau panggilan video call. Sempat juga menghebohkan, beberapa masyarakat yang masih nekat mudik saat itu sampai rela tidur di bagasi bis demi bertemu sanak saudara di kampung.

Tapi semua hal di atas sudah dipastikan tidak ada lagi dengan pernyataan Presiden Jokowi yang memperbolehkan mudik. Namun tentu ada syarat yang harus dipenuhi oleh para calon pemudik nantinya, yaitu sudah divaksin booster. “Dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Presiden berusia 60 tahun tersebut.

Mengamini pernyataan dari RI 1, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dilansir dari situs Kompas.com, menyatakan masyarakat yang sudah vaksin booster tidak diwajibkan untuk menunjukan hasil negatif Covid-19 melalui tes antigen maupun tes PCR. Sedangkan bagi masyarakat yang belum melakukan vaksin booster, jika dirinya sudah menerima dua dosis wajib menyertakan hasil tes antigen. Sedangkan bagi yang baru menerima satu dosis, wajib menyertakan hasil tes PCR. Ketentuan tersebut berlaku baik bagi pemudik yang menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Menyikapi kondisi perkembangan kasus Covid-19 yang terus membaik, selain mudik di bulan Ramadhan 2022 Presiden Jokowi juga menyatakan jika shalat tarawih berjamaah di masjid juga sudah diperbolehkan. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Pelonggaran-pelonggaran menjelang Ramadhan tahun ini menuai tanggapan positif dari masyarakat, sebagai bentuk optimisme menuju endemi.

Dapatkan kabar terbaru langsung di ponsel anda dengan bergabung di Whatsapp Group atau Subscribe di Telegram Channel

Sederhana dan mudah!

One thought on “Vaksin Booster Dahulu, Pergi Mudik Kemudian

Leave a Reply

Your email address will not be published.