[Webinar] Target Penerimaan Cukai 2022 dan Komitmen Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau

[Webinar] Target Penerimaan Cukai 2022 dan Komitmen Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau

Pengantar

Pemerintah menargetkan penerimaan negara dari cukai bisa mencapai Rp 203,9 triliun pada tahun 2022. Target itu ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Nilai penerimaan cukai di 2022 tersebut tumbuh 11,9 persen dari outlook di 2021 yang sebesar Rp 179,6 triliun. Peningkatan target cukai ini akan ditopang rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok di tahun depan.

Kendati belum ditetapkan besaran angka kenaikan cukai rokok di tahun depan, namun dipastikan kenaikan tarif cukai ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan penerimaan di 2022. Sri Mulyani menjelaskan, kebijakan mengenai cukai hasil tembakau selalu dirumuskan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, melihat dari aspek sisi kesehatan terutama preferensi perokok khususnya anak-anak. Kedua, dari sisi tenaga kerja terutama buruh yang bekerja langsung di industri hasil rokok. Ketiga dari sisi petani yang berhubungan dengan tembakau, serta keempat dari sisi penerimaan negara dan faktor rokok illegal. (Kompas, 16/8/2021)

Kenaikan tarif cukai rokok demi meningkatkan target penerimaan negara sudah menjadi suatu yang rutin hampir setiap tahunnya. Apalagi cukai hasil tembalau menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara yang sangat signifikan.

Rencana kenaikan cukai rokok ini sejalan dengan rekomendasi Bank Dunia pada bulan Juni 2021 lalu kepada pemerintah Indonesia terkait reformasi fiskal untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mengatasi guncangan ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19. Terkait cukai tembakau, Bank Dunia merekomendasikan kenaikan tarif cukai tembakau dibarengi dengan menyederhanakan struktur tarif cukai tembakau.

Rekomendasi Bank Dunia terkait penyederhanaan struktur cukai tembakau saat ini belum dijalankan Pemerintah dan pandangan ini juga disampaikan oleh sejumlah pengamat yang menilai kebijakan struktur tarif cukai tembakau di Indonesia saat ini tidaklah sederhana karena kompleks dan rumit. Struktur tarif cukai tembakau yang saat ini terdiri dari 10 layer membolehkan perusahaan rokok berada pada golongan cukai rendah sehingga dapat menjual harga rokok dengan murah kepada konsumen.

Pemerintah sesungguhnya pernah membuat peta jalan (roadmap) penyederhanaan struktur cukai melalui penerbitan PMK Nomor 146 Tahun 2017. Berdasarkan aturan tersebut struktur tarif tembakau nantinya akan dibuat lebih sederhana.  Penyederhanaan lapisan tarif cukai rokok dari 10 layer menjadi 8 layer di tahun 2019, 6 layer di tahun 2020, dan tinggal menjadi 5 layer di tahun 2021.

Namun baru setahun berjalan, kebijakan roadmap tersebut dibatalkan melalui PMK No.156 tahun 2018. Dalam aturan tersebut pemerintah tidak menaikkan cukai pada tahun 2019 dan menghapus peta jalan penyederhanaan struktur cukai tembakau. Sejak PMK 156/2018 dikeluarkan, proses penyederhanaan terhenti dan hingga saat ini struktur cukai tembakau tidak berkurang dari 10 layer. Rencana kebijakan penyederhanaan struktur cukai kembali masuk dalam rencana Pemerintah pada RPJMN 2020-2024 dan telah ditetapkan juga dalam rencana strategis kementerian keuangan di PMK 77/2020, namun demikian, hingga awal September 2021 ini belum ada sikap resmi pemerintah apakah penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau akan diterapkan pada tahun 2022 mendatang.

Untuk mengkaji hal – hal tersebut, ICJR Learning Hub mempersembahkan Diskusi dalam bentuk Webinar Target Penerimaan Cukai 2022 dan Komitmen Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau


Narasumber, Topik, dan Moderator

dr. Kalsum Komaryani, MPPM, Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, Kementerian Kesehatan

Pengaruh kompleksitas struktur cukai pada maraknya konsumsi rokok

Piter Abdullah Redjalam, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia

Rasionalisasi penerimaan cukai 2022 dan urgensi simplifikasi

Denny Vissaro, S.E., M.S.E., M.A., Manager of DDTC Fiscal Research

Mendorong Optimalisasi Penerimaan Negara dari Cukai Tahun 2022 dengan Kebijakan CHT yang adil dan berimbang

R.Y. Kun Haribowo Purnomosidi, S.E., M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi Univesitas Gajah Mada

Kenaikan cukai tanpa penyederhanaan struktur, apakah efektif untuk pengendalian konsumsi?

 

Dr. Indriaswati D. Saptaningrum, S.H., LL.M

Moderator

*) dalam konfirmasi


Waktu dan Tempat Kegiatan

  • Hari/Tanggal     : Selasa, 7 September 2021
  • Waktu                 : 10.00 -12.00 WIB
  • Tempat               : Melalui aplikasi webinar Zoom

Pendaftaran


Informasi dan Bantuan

Untuk informasi dan bantuan lebih lanjut silahkan hubungi Dewitya melalui email di belajar@learninghub.id atau melalui whatsapp di 088210117027

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *